PeristiwaSamarinda

Wali Kota Andi Harun Sorot Kasus IRT Meninggal Akibat Mengantre Minyak Goreng, Minta Pihak Grosir Bertanggung Jawab

Prolog.co.id, Samarinda – Kelangkaan Minyak goreng di Samarinda telah merenggut nyawa seorang warga di Samarinda. Diduga karena kelelahan seorang ibu rumah tangga meninggal dunia usai mengantre untuk mendapatkan minyak goreng di Mini Market, pada Minggu (13/3/2022) lalu.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun merespon langsung peristiwa tersebut. Ia meminta pihak pengelola grosir untuk bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Demi mencegah terulangnya peristiwa serupa, Andi Harun berpesan kepada pengelola grosir, swalayan ataupun toko ritel di Samarinda untuk menerapkan cara yang lebih aman dan menghindari adanya kerumunan dan antrean panjang dalam pendistribusian minyak goreng yang tengah langka.

“Saya minta pihak grosir bertanggung jawab mengurusi masalah ini, Ini pelajaran bagi semua pihak terutama pasar modern dan swalayan untuk mencari metode yang lebih aman dan tidak melanjutkan sistem penyaluran yang sama,” kata Andi Harun saat ditemui di Balaikota, Selasa (15/3/2022).

Bahkan, Andi Harun memberi saran agar penyaluran minyak goreng murah dapat dilakukan dengan sistem kupon seperti yang dilakukan oleh Dinas Perdagangan dan Perumda Varia Niaga.

Menurutnya, cara tersebut bisa diterapkan agar dapat mengurangi panjangnya antrean yang terjadi akibat keinginan warga mendapatkan minyak goreng.

“Jadi mereka tidak harus terikat di waktu yang bersamaan, selama mereka memegang kupon kapan saja mereka bisa datang menukarkan itu tanpa harus berkerumun,” terangnya.

Orang nomor satu Kota Samarinda itu menegaskan, pihaknya melalui Dinas Perdagangan Disperindag Kota Samarinda akan melakukan pengawasan secara ketat saat adanya antrean minyak goreng di Samarinda.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak panik atas kelangkaan minyak goreng ini. Sebab melalui program pemerintah, Pemkot Samarinda akan terus berupaya memasok minyak goreng untuk memenuhi kebutuhan warga.

“Masyarakat juga tidak perlu panik, kita punya stok (minyak goreng) yang tersedia, dan akan terus kita salurkan kepada masyarakat, jadi tidak perlu mengantre berlebihan,” tutupnya.

(Redaksi Prolog)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button