PemerintahanSamarinda

Jelang Idulfitri, Wali Kota Andi Harun Akan Tindak SPBU Yang Tutup Tanpa Alasan Jelas !

Prolog.co.id, Samarinda – Wali Kota Samarinda, Andi Harun pastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kota Samarinda aman hingga Idulfitri mendatang.

“Pertamina sudah memberikan garansi kepada pemerintah bahwa hingga dalam rangka Idulfitri pasokan BBM kita posisi aman,” kata Andi Harun saat diwawancara awak media, Sabtu (30/4/2022).

Andi Harun pun menegaskan agar seluruh SPBU di Kota Samarinda dapat terus beroperasi memberikan pelayanan pengisian BBM hingga Idulfitri.

Sebab, jika didapati ada SPBU yang sengaja tutup sebelum Idulfitri tanpa alasan yang jelas maka pemerintah dan Pertamina siap memberikan sanksi.

“Ya nanti akan kita periksa apakah alasan penutupan itu cukup berdasar. Kalau tidak berdasar maka Pertamina menyatakan siap memberi sanksi jika ada penyalahgunaan keadaan yang dilakukan oleh SPBU, termasuk penutupan SPBU tanpa alasan yang berdasar,” tegasnya.

Akan hal tersebut, Andi Harun meminta masyarakat Kota Samarinda agar pro aktif memantau stok BBM diberbagai SPBU yang ada.

“Perlu masyarakat memantau SPBU-SPBU mana yang potensial tidak mengindahkan kebijakan pemerintah dan peringatan dari Pertamina,” ucapnya.

Ditanya mengenai antisipasi penyalahgunaan solar bersubsidi, Andi Harun mengatakan bahwa pemerintah dan Pertamina telah resmi mengeluarkan kebijakan Fuel Card 2.0.

Kartu ini akan menjadi alat filterisasi pengisian BBM di seluruh SPBU di Kota Samarinda.

“Jadi yang bisa mendapat solar bersubsidi adalah mereka yang punya kartu itu. Semua kendaraan akan ketahuan apakah sudah mengisi di SPBU manapun,” terangnya.

Kendati telah diterapkan secara resmi, penggunaan Fuel Card 2.0 masih akan di evaluasi penerapannya dalam waktu dekat.

“Saya sudah minta Kepala Dishub Samarinda dan Disperindag untuk melakukan sinergi untuk melakukan pemantauan terhadap kondisi pendistribusian BBM ke SPBU,” ungkapnya.

Tidak hanya unsur OPD yang terlibat, Andi Harun mengatakan, bahwa dirinya telah mengantongi data nomor plat kendaraan yang diduga kerap mengisi BBM subsidi secara berulang-ulang.

“Daftar-daftar itu sudah diserahkan ke Reskrim Polresta Samarinda. Kemungkinan Polresta Samarinda akan melakukan penyidikan terhadap itu. Apakah ada unsur kesengajaan atau ada hal-hal yang menyangkut hal-hal itu,” pungkasnya.

(Redaksi Prolog)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button