BalikpapanHukum & KriminalPeristiwa

Klik Link WhatsApp dari Orang Tak Dikenal, Wanita di Balikpapan Kehilangan Saldo Rp 18 Juta

Prolog.co.id, Balikpapan – Seorang wanita di Balikpapan bernama Wika Safrina menjadi korban skimming pada Selasa (17/5) sekira pukul 20.00 WITA. Saldo di rekeningnya lenyap seketika setelah dirinya mengklik link kiriman dari orang tak dikenal melalui pesan Whatsapp (WA).

Kejadian tersebut bermula saat Wika menerima pesan berisikan link https://livinbymandiri.co.id. Merasa penasaran dengan isi link tersebut, Wika pun mengkliknya. Betapa terkejutnya ia saat link di klik, muncul laman website bertuliskan “Data Anda Telah Diverifikasi” dibarengi pesan SMS bertuliskan pesan yang sama.

“Sebenarnya saya nggak mau gubris karena itu orang nggak dikenal yang dikirim. Tapi saya juga penasaran ini itu apa, jadi saya klik link itu. Terus ada SMS masuk juga tulisannya data anda telah diverifikasi,” katanya pada Rabu malam (18/5).

Merasa curiga, ia pun mengecek rekeningnya melalui mobile banking. Benar saja, saat itu Wika tak dapat mengakses mobile bankingnya. Ia pun panik dan melakukan login ulang dengan mengisi berbagai persyaratan. Setelah berhasil, ia terkejut saldo di rekeningnya sebesar Rp18 juta lenyap begitu saja.

“Pas saya cek itu saldo saya tersisa Rp 61 ribu aja, ada Rp18 juta yang hilang,” sebutnya.

Wika pun menghubungi operator Bank Mandiri untuk meminta arahan. Oleh operator bank Wika diperlihatkan riwayat transaksi beberapa menit yang lalu. Yakni terdapat sejumlah transaksi ke rekening Bank Jago secara bertahap.

“Ada pengeluaran itu banyak banget, seperti Rp12 juta, Rp3 juta, Rp2 juta dan Rp1 juta, jadi totalnya Rp18 juta, dia transfer secara bertahap di hari yang sama itu,” ungkapnya.

Operator telepon Bank Mandiri tersebut meminta Wika melakukan pemblokiran rekening. Namun Wika dilema lantaran rekening tersebut yang dipakai untuk menerima gaji. Oleh operator bank, Wika disarankan untuk memblokir penarikan saja.

“Iya soalnya takutnya malah ada gaji masuk nanti. Jadi saya disarankan untuk memlokir penarikan saja, untuk penerimaannya masih bisa. Lalu disuruh buat pengaduan ke Bank Jago biar nanti di blokir oleh Bank Jago kalau misalnya belum ada penarikan,” terangnya.

Setelah itu Wika pergi melapor ke Polresta Balikpapan dengan harapan uangnya bisa kembali serta pelaku segera tertangkap. Sebab ia khawatir aksi pelaku terus berlanjut dan akan ada korban yang lainnya.

“Yang penting pelaku ini tertangkap, sebab khawatir ada korban lain lagi,” pungkasnya.

(Redaksi Prolog)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button