Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Inflasi di Kaltim Dipicu Pembangunan IKN

Terbit: 5 Desember 2023

Inflasi Kaltim
Cabai yang dijual di Pasar Segiri Samarinda. (Dok. Prolog)

Prolog.co.id, Samarinda – Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur (Kaltim) berdampak pada inflasi di sektor pangan dan transportasi. Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa inflasi di Kaltim pada November 2023 mencapai 0,37 persen (mtm), atau 3,30 persen (yoy).

Inflasi di Kaltim masih dipengaruhi oleh kenaikan harga beberapa komoditas bahan pokok penting (bapokting) seperti cabai dan beras. Selain itu, tarif angkutan udara yang terus naik seiring kenaikan harga avtur juga jadi pemicunya.

Untuk mengatasi masalah ini, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kaltim terus berupaya melakukan pengendalian inflasi melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah Gerakan Pangan Murah (GPM), yang dilaksanakan pada 7-11 November di Kota Samarinda.

GPM bertujuan untuk menjaga keterjangkauan harga komoditas bapokting bagi masyarakat, dengan menyediakan pasokan yang cukup dan berkualitas. Selain itu, TPID Kaltim juga memberikan bantuan distribusi pangan untuk membantu pengiriman komoditas seperti cabai, cabai rawit, dan komoditas pokok lainnya untuk kegiatan GPM Samarinda pada 10-11 November 2023.

Selain itu, TPID Kaltim juga melakukan rapat koordinasi secara rutin untuk menjaga komunikasi yang efektif antara berbagai pihak terkait. Pada 16 November 2023, TPID Provinsi Kaltim melakukan rapat koordinasi TPID, yang diikuti oleh perwakilan dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, BI, TNI, Polri, BUMN, dan perguruan tinggi. Rapat koordinasi TPID juga dilakukan oleh TPID Kota Samarinda pada 13-16 November 2023.

Salah satu hasil dari rapat koordinasi TPID adalah kerjasama antara BI dan TNI untuk melaksanakan Gerakan Tanam Cabai bersama di enam Kodim se-Kaltim. Gerakan ini bertujuan untuk menjaga ketersediaan stok cabai rawit, yang merupakan salah satu penyumbang inflasi tertinggi di Kaltim.

Selain itu, TPID Kaltim juga akan melaksanakan kegiatan high level meeting (HLM) TPID di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, yang salah satunya berfokus pada pengelolaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi oleh Pertamina kepada masyarakat. Hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi antrian dan menambah pasokan BBM subsidi, yang menjadi kebutuhan penting di tengah tingginya kegiatan ekonomi di Kaltim.

“Ke depannya, TPID Provinsi Kaltim akan terus berkolaborasi dalam menjalankan program pengendalian inflasi melalui strategi 4K, yaitu koordinasi, komunikasi, kolaborasi, dan konsolidasi. Melalui inflasi yang terkendali diharapkan dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur menuju masyarakat yang lebih sejahtera,” tutup Budi Widihartanto, Kepala BI Kaltim. (Redaksi Prolog)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved