Sektor Perdagangan Kaltim Tumbuh Positif, Perdagangan Eceran jadi Penopangnya

Terbit: 11 April 2023

Ilustrasi perdagangan eceran
Ilustrasi perdagangan eceran

Prolog.co.id, Samarinda – Menurut catatan Bank Indonesia, sektor perdagangan, khususnya perdagangan eceran di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tumbuh positif sepanjang tahun 2022.

Pertumbuhan sektor perdagangan Kaltim ini lebih tinggi dibandingkan tahun 2021. Tercatat, pertumbuhan lapangan usaha (LU) perdagangan sebesar 6,81 persen (yoy), meningkat dari 4,24 persen (yoy) pada tahun sebelumnya.

“Peningkatan ini didorong oleh pelonggaran berbagai restriksi dan pembatasan aktivitas yang mendorong arus bisnis LU perdagangan besar dan eceran,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltim Ricky P Gozali.

Secara rinci, pada kuartal IV/2022, Kinerja lapangan usaha perdagangan besar dan eceran juga meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya, dengan pertumbuhan sebesar 9,98 persen (yoy), lebih tinggi dari 7,66 persen (yoy) pada kuartal sebelumnya.

Peningkatan ini tercermin dari hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) yang menunjukkan akselerasi pertumbuhan Indeks Penjualan Riil (IPR). IPR di Kalimantan Timur pada kuartal IV/2022 tercatat sebesar 203,6 atau tumbuh 54 persen (yoy), meningkat dari IPR pada kuartal sebelumnya sebesar 186,1 dengan pertumbuhan sebesar 43,6 persen (yoy). Data tersebut menunjukkan bahwa perekonomian Kalimantan Timur semakin berkembang, terutama melalui penjualan eceran.

Sementara itu, peningkatan kinerja lapangan usaha perdagangan pada kuartal IV/2022 juga diikuti oleh pertumbuhan kredit yang akseleratif. Penyaluran kredit ke sektor perdagangan tumbuh sebesar 7,05 persen (yoy), dengan nominal penyaluran kredit LU perdagangan tercatat Rp17,89 triliun, lebih tinggi dari kuartal sebelumnya yang tercatat Rp16,59 triliun.

“Meskipun penyaluran kredit tersebut masih diiringi oleh risiko kredit yang cukup tinggi, situasi ini menunjukkan perbaikan dibandingkan kuartal sebelumnya,” terangnya.

Adapun, rasio kredit yang tercermin dari Non-Performing Loan (NPL) pada lapangan usaha sektor perdagangan besar dan eceran tercatat sebesar 5,61 persen.

“Masih berada di atas ambang batas 5 persen, namun mengindikasikan penurunan dari kuartal sebelumnya sebesar 6,15 persen,” tukasnya.

(Redaksi Prolog)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved