Keyakinan Konsumen Kaltim pada Mei Tercatat Terjaga Kuat

Terbit: 19 Juni 2023

Keyakinan Konsumen Kaltim
Ilustrasi masyarakat yang berbelanja menggunakan Qris.

Prolog.co.id, Samarinda – Keyakinan konsumen terhadap kondisi perekonomian Kalimantan Timur (Kaltim) pada periode Mei 2020 tetap terjaga kuat. Indikasi itu berdasarkan hasil Survei Konsumen (SK) Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltim.

Dalam laporan bank sentral tersebut, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) mencapai 136,3 poin. Hal itu mengindikasikan keyakinan konsumen berada di atas zona optimis (>100).

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Kaltim, Ricky Perdana Gozali menuturkan, berdasarkan komponen pembentuk, IKK yang tetap kuat bersumber dari Indeks Ekonomi Saat ini (IKE) sebesar 131,7 dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) sebesar 140,8.

“Keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini di Provinsi Kalimantan Timur sebagaimana ditunjukkan oleh IKE berada pada zona optimis sebesar 131,7,” terang Ricky dalam keterangan resminya.

Lebih lanjut, Ricky menjelaskan, keyakinan konsumen juga bersumber dari optimisme akan indeks ketersediaan lapangan kerja saat ini sebesar 143,0, indeks penghasilan saat ini sebesar 132,5, dan indeks pembelian barang tahan lama dengan capaian 119,5.

“Ini karena terjaganya indeks ketersediaan lapangan kerja dan penghasilan didorong oleh kondisi ekonomi yang melanjutkan tren perbaikan. Indeks pembelian barang tahan lama yang masih kuat didorong oleh peningkatan belanja furnitur dan perabotan rumah tangga, serta elektronik,” terangnya.

Sejalan dengan IKE, ekspektasi konsumen ke depan di Kaltim juga terpantau masih tetap kuat sebesar 140,8. Hal tersebut bersumber dari ekspektasi konsumen terhadap penghasilan, kegiatan usaha, dan ketersediaan lapangan kerja yang masing-masing tercatat sebesar 137,5, 140,0, dan 145,0.

Ekspektasi positif konsumen terhadap penghasilan didorong oleh perkiraan peningkatan gaji atau upah. Sementara itu, kuatnya ekspektasi konsumen terhadap kegiatan usaha didorong oleh peningkatan subsidi atau insentif pemerintah dan harga yang terkendali.

Selain itu, ekspektasi ketersediaan lapangan kerja juga tetap terjaga didorong oleh prakiraan perbaikan kondisi ekonomi ke depan dan peningkatan proyek pemerintah/swasta.

Optimisme konsumen tersebut diharapkan mampu diimbangi kondusifitas perekonomian Kaltim melalui pembangunan ekonomi yang menyeluruh serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

(Redaksi Prolog)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved