Prolog.co.id, Samarinda – Pabrik amonium nitrat di Bontang akhirnya diresmikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Kamis (29/2). Pabrik ini merupakan pabrik amonium pertama yang dimiliki Pupuk Kaltim. Total investasi dari pendirian pabrik ini mencapai sekitar Rp 1,2 triliun.
Pabrik amonium nitrat ini dibangun oleh PT Dahana dan Pupuk Kaltim yang notabenenya merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sedangkan pembangunannya, dikerjakan oleh konsorsium PT Wijaya Karya (Persero) di atas lahan sekitar 6 hektare.
Hasil dari produksi PT Kaltim Amonium Nitrat (KAN) ini diperkirakan bisa memenuhi 12 persen kapasitas amonium nitrat lokal atau 221 ribu ton. Serta, memproduksi 75 ribu ton bahan peledak per tahun. Sebagai informasi, pabrik tersebut berdiri di atas Kawasan Industri Pupuk Kaltim, Bontang.
Jokowi sangat mengapresiasi pembangunan pabrik amonium nitrat tersebut. Dia mengatakan, eksistensi dari amonium nitrat ini sangatlah krusial.
“Amonium nitrat ini penting, karena 21 persen masih impor. Dibangunnya pabrik Kaltim Amonium Nitrat dapat mengurangi impor bahan baku pupuk,” ungkap Jokowi.
Jokowi juga mengatakan bahwa saat ini dunia tengah mengalami krisis. Walhasil, seluruh negara mulai berhati-hati terhadap pangan.
Menurutnya, dulu untuk impor beras dan gandum sangat mudah dilakukan. Namun, sebanyak 22 negara sedang mengalami krisis dan ada negara yang menyetop penjualan beras dari negaranya.
“Pangan menjadi sangat penting bagi semua negara. Terlebih produktivitasnya memerlukan pupuk,” sambungnya.
Selama ini, sejumlah komponen bahan baku pupuk masih impor. Kemandirian untuk menyediakan bahan baku pupuk pun tidak dimiliki Indonesia sampai akhirnya pembangunan industri amonium ini tuntas.
“Saya senang pabrik ini selesai. Bisa menambah bahan baku pupuk di Tanah Air. Dengan peresmian pabrik ini, kemandirian kita, produktivitas pangan kita semakin mandiri,” ujar Jokowi.
Sementara itu, Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik yang ikut mendampingi peresmian pabrik dengan Jokowi juga mengaku sangat bersyukur atas hadirnya pabrik amonium nitrat di Bontang itu. Ini menjadi pertanda bahwa Kaltim telah memberikan kontribusinya untuk ketahanan pangan nasional.
“Ini merupakan hal yang luar biasa bagi masyarakat Kaltim khususnya Bontang. Telah berkontribusi untuk ketahanan pangan nasional,” ucap Akmal Malik.
Dalam hal ini, ke depannya Kaltim akan mampu untuk mengurangi ketergantungan bahan baku pupuk yang biasanya didapatkan secara impor. Tak hanya itu, dia juga berharap agar budaya bertanam di Kaltim bisa makin kuat karena negara sudah menyiapkan pupuknya.
“Kita berharap Kaltim tidak lagi terjadi kelangkaan pupuk,” tandas dia. (Gia)
Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News


