Prolog.co.id, Tanjung Redeb – Kabupaten Berau kembali didaulat menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi (Rakor) Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2024. Kegiatan itu dilaksanakan di Hotel Palmy Exclusive, Tanjung Redeb, Rabu 24 Juli 2024.
Hadir dalam Rakor tersebut Pj Gubernur Kaltim, Bupati Berau, Sri Juniarsih Bupati Berau, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Katim, dan sejumlah pejabat struktural Pemprov Kaltim, hingga pegiat lingkungan de Kaltim.
Dalam kesempatan itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menegaskan, rakor ini merupakan salah satu agenda penting dalam percepatan penyusunan dokumen dan implementasi Integrated Area Development (IAD).
Terutama pada areal perhutanan sosial dalam rangka pemberdayaan dan peningakatan ekonomi masyarakat.
“Pemkab Berau memiliki komitmen kuat terhadap aspek kehutanan, seperti Program Karbon Hutan Berau (PKHB),” jelasnya.
Hal ini lanjut Bupati Sri, ditunjang dengan potensi kehutanan dan perhutanan sosial Berau yang luas. Bahkan hutan di Bumi Batiwakkal, merupakan terluas di Kaltim.
Selain itu ditambahkannya, Kabupaten Berau termasuk yang paling progresif serta memberikan kontribusi penting terhadap pencapaian target perhutanan sosial Kaltim.
“Kontribusinya yaitu sebesar 98.927,10 Hektare, terluas di Kaltim. Kami berharap konsep ini bisa terus dimplementasikan dengan kerja-kerja kolaboratif,” terangnya.
Sementara itu, Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik menyambut baik terselenggaranya Rakor tersebut. Dikatakannya, Rakor ini merupakan upaya Dinas Kehutanan Provinsi Kaltim, untuk mengupas sejumlah masalah yang saat ini dihadapi Kaltim.
Akmal juga menyinggung terkait tingginya tingkat deforestasi di Kaltim akibat kebijakan-kebijakan yang membuat urusan di daerah menjadi terkotak-kotak.
“Hutan kita sudah menyusut drastis. Tidak ada lagi rimba, yang ada hanya semak-semak,” ujarnya.
Ia juga menyebut slogan kolaborasi yang selama ini terus digaungkan dalam pemerintahan, nyatanya tidak seindah yang diucapkan.
“Apalagi terkait dengan anggaran, mana pernah mau bersama-sama dengan kehutanan. Semua jalan sendiri-sendiri,” terangnya.
Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, Akmal menekankan harus ada langkah-langkah strategis dan sinergitas dari semua pihak.
“Ayo sama-sama memberikan solusi atas persoalan kehutanan yang terjadi di Kaltim. Lahan kita kritis. Reforestasi harus dilakukan oleh semua pihak. Mulai tingkat bawah hingga pusat,” pungkasnya.
(Dr/Adv/Pemkab Berau)


