Prolog.co.id – Di era digital saat ini, personal branding telah menjadi elemen penting untuk meraih kesuksesan dalam karier. Personal branding memungkinkan profesional untuk membedakan diri di pasar yang semakin kompetitif. Hal ini diungkapkan oleh Moffy Pamungkas, Founder dari tumbuh.id, dalam diskusi bertajuk “Create a Thriving Side Hustle: Personal Branding and Communication Skills as Your Foundation” di Tamanteras Cafe, Jakarta Selatan, Minggu (27/10) lalu.
Moffy, yang lebih dikenal di media sosial sebagai @Xreativo, adalah kreatif coach dan pendiri tumbuh.id, platform pembelajaran soft skill. Menurutnya, banyak profesional dengan kemampuan teknis hebat gagal mendapatkan proyek karena tidak bisa mengkomunikasikan nilai mereka dengan tepat. “Berdasarkan riset tumbuh.id, 78 persen kesuksesan dalam mendapatkan proyek ditentukan oleh personal branding di platform digital,” ujarnya.
Pentingnya Personal Branding
Personal branding bukan sekadar tren; ini cara untuk membedakan diri di pasar yang semakin kompetitif. Dalam dunia gig economy, memiliki brand pribadi yang kuat bisa menjadi pembeda signifikan. Moffy menjelaskan bahwa personal branding lebih dari sekadar memperkenalkan diri; ini adalah cara membangun kepercayaan dan kredibilitas di mata klien potensial.
Berdasarkan pengalamannya, Moffy mencatat bahwa banyak profesional dengan keterampilan teknis hebat sering kali tidak dapat menjual diri dengan baik. “Menariknya, 65 persen responden mengaku awalnya mengabaikan personal branding karena terlalu fokus pada peningkatan skill teknis,” jelasnya.
Dampak Personal Branding pada Karier
Personal branding yang efektif dapat memberikan berbagai manfaat, seperti meningkatkan visibilitas, membangun kepercayaan, meningkatkan nilai jasa, dan menciptakan kesempatan baru. Dengan brand yang kuat, Anda bisa menetapkan tarif lebih tinggi karena klien merasa mendapatkan nilai lebih.
Framework REAL
Moffy memperkenalkan framework REAL yang terdiri dari empat langkah: Recognize, Establish, Amplify, dan Lead. Framework ini membantu klien profesional meningkatkan keberadaan digital dan membangun personal branding yang kuat.
1. Recognize
Langkah pertama adalah Recognize, yaitu mengidentifikasi nilai-nilai dan kekuatan unik yang dimiliki. Moffy menyarankan analisis diri, termasuk keterampilan, nilai, dan audiens target.
2. Establish
Setelah mengenali nilai dan kekuatan, langkah berikutnya adalah Establish, yaitu membangun identitas digital yang konsisten di berbagai platform. Buat profil menarik, konsisten di media sosial, dan miliki website pribadi.
3. Amplify
Langkah ketiga adalah Amplify, yaitu meningkatkan visibilitas dan jangkauan brand pribadi. Strategi ini termasuk membuat konten berkualitas, berinteraksi dengan audiens, dan menggunakan SEO.
4. Lead
Langkah terakhir adalah Lead, yaitu menjadi pemimpin pemikiran di bidang yang ditekuni. Bagikan pengetahuan, bangun jaringan, dan ciptakan dampak positif melalui pekerjaan.
Prediksi Masa Depan
Dengan semakin banyaknya individu beralih ke pekerjaan freelance dan gig economy, penting bagi profesional untuk memahami dan menerapkan personal branding. Moffy memprediksi bahwa pada tahun 2025, sekitar 40 persen pekerja di Indonesia akan terlibat dalam gig economy. “Kondisi ini membuat kemampuan personal branding semakin vital. Ini bukan sekadar tren, tapi pergeseran fundamental dalam cara orang bekerja,” tegasnya.
Menjadi kreatif dan mampu memasarkan diri adalah kunci meraih kesuksesan di dunia kerja modern. Melalui personal branding yang efektif, profesional dapat menonjol di tengah persaingan dan meraih peluang karier yang lebih baik. Dengan menerapkan framework REAL, setiap individu bisa mengoptimalkan potensinya dan mencapai tujuan karier yang diinginkan.


