Pemkab Kukar Fokus pada Masalah Gizi Anak, Bukan Hanya Stunting

Terbit: 28 Februari 2025

Pemkab Kukar
Bupati Kukar, Edi Damansyah.

Prolog.co.id, Tenggarong – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah, menegaskan bahwa permasalahan gizi anak di wilayahnya lebih kompleks daripada sekadar isu stunting. Ia mengungkapkan bahwa masalah seperti berat badan kurang, berat badan stagnan, dan gizi tidak mencukupi justru lebih sering ditemukan dibandingkan kasus stunting.

“Permasalahan yang lebih besar adalah berat badan kurang, berat badan tidak bertambah, dan gizi yang tidak mencukupi. Ini yang paling banyak terjadi,” ujar Edi Damansyah.

Meskipun penanganan stunting umumnya dilakukan oleh dokter spesialis anak, Edi mengingatkan masyarakat agar tidak hanya berfokus pada stunting semata. Menurutnya, masalah gizi lain juga berdampak signifikan terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak.

“Saat membahas stunting, jangan sampai kita hanya terpaku pada hal itu. Padahal, ada pula anak-anak dengan berat badan kurang atau tidak bertambah. Ini perlu mendapatkan perhatian,” tambahnya.

Sepanjang 2024, program penanganan stunting di Kukar telah berjalan dengan baik dan terkendali. Namun, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) tetap melanjutkan intervensi gizi melalui pemberian makanan tambahan kepada anak-anak yang berisiko mengalami masalah gizi.

“Program ini tetap menjadi prioritas. Pemberian makanan tambahan terus dilakukan untuk menjaga anak-anak yang berpotensi mengalami masalah gizi,” jelasnya.

Edi menilai angka penurunan stunting tidak terlalu besar karena jumlah kasusnya relatif sedikit.
Di sisi lain, tantangan yang lebih besar justru terdapat pada anak-anak dengan berat badan stagnan atau kekurangan gizi.

“Penurunan angka stunting bukan berarti sangat kecil, tetapi memang jumlah anak dengan kondisi tersebut tidak banyak. Justru yang lebih banyak adalah anak-anak dengan berat badan tidak bertambah serta mengalami kekurangan gizi,” tutupnya.

(Adv/Yah)

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved