Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Anies Baswedan Bertandang ke Samarinda, Sebut Bakal Selesaikan Ketimpangan yang ada di Kaltim

Terbit: 7 Februari 2024

Anies Baswedan
Capres Nomor Urut 1, Anies Baswedan saat menggelar kampanye nasionalnya di GOR Kadrie Oening, Samarinda. (Gia/Prolog)

Prolog.co.id, Samarinda – Anies Baswedan, Calon Presiden (Capres) nomor urut 1 menggelar kampanye nasional di Samarinda sebelum memasuki hari pemungutan suara pada pekan depan. Tampak ribuan masyarakat yang mendukung Anies Baswedan memadati GOR Kadrie Oening pada pukul 15.00 Wita, Rabu (5/7).

Saat menaiki panggung, Anies Baswedan yang mengenakan kemeja putih dan celana panjang itu mulai menyapa para masyarakat.

“Samarinda memang luar biasa,” ujar Anies yang disambut sorak sorai masyarakat.

Dalam kampanyenya, Anies Baswedan mengatakan, salah satu masalah yang ada di Indonesia adalah ketimpangan dan ketidakadilan antara kota dengan desa hingga pusat dan pelosok. Menurutnya, ketimpangan itu masih terjadi hingga saat ini. Tak terkecuali di Kaltim.

“Masalahnya belum selesai. Ini jadi PR besar dan kami berencana untuk menyelesaikannya. Masih ada ketimpangan pendidikan, kesehatan, kebutuhan pokok, dan kemakmuran. Sementara, Kaltim ini provinsi penghasil sumber daya paling kaya,” ujar Anies Baswedan.

Anies Baswedan tak ingin masyarakat merasakan ketimpangan yang ekstrem. Menurutnya, hal itu tak boleh dibiarkan sama sekali.

“Mudah-mudahan, 14 Februari nanti Indonesia bisa menentukan pilihan. Apakah mau meneruskan kondisi ketimpangan ini atau mau ada perubahan? Kalau mau perubahan, kami mau menawarkan keseriusan penanganan ketimpangan,” tegasnya.

Di Samarinda, Anies Baswedan bersama calon wakil presidennya, Muhaimin Iskandar berencana untuk mengembangkan Kota Tepian dari sisi transportasi. Sebagai contoh, Jaklingo di Jakarta akan coba diterapkan agar masyarakat bisa merasakan naik kendaraan umum dengan harga terjangkau.

“Insyaallah ini akan diterapkan di kota lain, akan ada 40 kota yang bakal di-upgrade. Salah satunya adalah Samarinda,” tambahnya.

Ketika disinggung mengenai rencana upgrade 40 kota dan keberlanjutan Ibu Kota Nusantara (IKN), mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan bahwa yang namanya pembangunan tak bisa hanya di satu wilayah. Pembangunannya juga harus mengacu pada distribusi penduduk yang nyata.

“Yang sudah ada penduduknya, itulah yang harus dibangun. Jangan sampai tempat yang belum ada penduduknya, itu yang dibangun,” sambungnya.

Kemudian soal kesehatan, Anies Baswedan juga menegaskan perlunya memaksimalkan pelayanan kesehatan. Sebenarnya, klinik atau puskesmas sudah ada namun tenaga kesehatannya yang terbatas padahal kebutuhannya banyak.

“Maka kami melihat penting, adanya pembangunan rumah sakit kelas B, puskesmas di kelurahan, kecamatan, desa bagi yang belum punya. Itu dipastikan harus ada. Dengan begitu, siapa saja bisa merasakan pertolongan bila membutuhkan,” tutupnya. (Gia)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved