Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Bank Indonesia Mendukung Pertumbuhan Produk Halal dengan Pelatihan Juleha

Terbit: 15 September 2023

Pelatihan Juleha
Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Kaltim, Budi Widihartanto. (Ist)

Prolog.co.id, Samarinda – Permintaan produk halal seiring waktu semakin meningkat. Sebanding dengan kontribusi ekonomi dan keuangan syariah yang diperkirakan meningkat pula.
Dalam rangka mendukung perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia, Bank Indonesia (BI) menggelar pelatihan Juleha (Juru Sembelih Halal) dalam kerjasama dengan berbagai pihak terkait. Sejalan dengan sektor halal value chain (HVC) yang diprioritaskan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Dalam upaya mencapai tujuan tersebut, Bank Indonesia (BI) Kaltim bersama dengan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) setempat telah melangsungkan pelatihan Juleha bertajuk Rumah Potong Unggas. Pelatihan ini bertujuan untuk mempercepat perolehan sertifikasi halal di rumah potong unggas.

Pelatihan berlangsung di Hotel Mercure Samarinda pada Kamis (14/9/2023) lalu. Diikuti oleh 16 Juru Sembelih Halal dari 10 rumah potong unggas (RPU) di Samarinda dan Kutai Kartanegara. Pembukaan acara ini dilakukan oleh Direktur LPPOM MUI Kaltim yang juga merupakan Direktur Industri Halal Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Kaltim, drh Sumarsongko, serta dihadiri oleh Komisi Fatwa LPPOM MUI Kaltim Ustaz Khairy Abusyairi, perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Kaltim, dan perwakilan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Kaltim, Budi Widihartanto, menjelaskan bahwa pelatihan Juleha bertujuan untuk mengakselerasi proses sertifikasi halal. Ia menganggap bahwa kegiatan ini akan memperkuat ekosistem halal sebagai nilai tambah, terutama di Indonesia dengan populasi muslim mencapai 87,02 persen atau sekitar 241,7 juta jiwa.

“Ini menjadi peluang pasar luas sebagai konsumen produk halal, khususnya untuk produk makanan dan minuman olahan yang sangat erat kaitannya dengan halalan thayyiban,” kata Budi, dalam keterangan resminya.

Budi menambahkan, pasar global juga membuka peluang luas bagi produk halal karena permintaan yang tinggi dari berbagai negara muslim, seperti Arab Saudi, Malaysia, Brunei Darussalam, dan lainnya. Menurut Badan Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (BPJPH), terdapat tiga persyaratan utama untuk mendapatkan sertifikasi halal di rumah pemotongan hewan (RPH) atau RPU, yaitu kelayakan infrastruktur RPU/RPH sesuai standar halal, adanya juru sembelih halal, dan memiliki Nomor Kontrol Veteriner (NKV).

Langkah ini menjadi semakin penting mengingat data dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kaltim menunjukkan bahwa hanya tujuh dari 150 RPH/RPU di Kaltim yang telah mendapatkan sertifikasi halal. Oleh karena itu, pelatihan Juleha diharapkan dapat mempercepat proses sertifikasi halal dan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan produk halal di Indonesia.

“Makanya Juleha diharapkan bisa mempercepat proses sertifikasi halal,” tutupnya.

(Redaksi Prolog)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved