Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

,

Bobol Konter Ponsel dan Sebabkan Kerugian Rp 36 Juta, Residivis Kembali Dibekuk Polres Tarakan

Terbit: 4 Januari 2024

Bobol Konter Ponsel
Kasat Reskrim Polres Tarakan, AKP Randhya Sakthika Putra saat merilis kasus bobol Konter ponsel yang dilakukan seorang Residivis. (ist)

Prolog.co.id, Tarakan – Seorang penjahat kambuhan bernama ST (41) harus kembali berurusan dengan petugas kepolisian. Sebabnya, karena pria yang berstatus residivis itu terbukti kembali melakukan perbuatan pidana dengan membobol sebuah konter ponsel di Tarakan, Kalimantan Utara.

Akibat aksinya itu, sang pemilik konter harus menanggung rugi hingga puluhan juta. Tepatnya Rp 36 juta.

“Kami berhasil menangkap pelaku dalam kasus pencurian tiga handphone di sebuah konter. Pelaku yang kami amankan merupakan residivis dengan kasus serupa dan baru bebas pada tahun 2021,” jelas Kasat Reskrim Polres Tarakan, AKP Randhya Sakthika Putra pada Kamis (4/1/2024).

Randhya menjelaskan bahwa peristiwa pencurian terjadi pada Selasa (26/12/2023) di konter yang terletak di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Tarakan Tengah, Kota Tarakan. ST, diketahui, memanjat pipa pembuangan air dan mencapai lantai 3 sebagai metode masuk.

“Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku masuk dari belakang rumah korban yang merupakan konter ponsel. Ia menjelaskan bahwa ia naik ke lantai 3 dengan memanjat pipa pembuangan,” ungkapnya.

Setelah mencapai lantai 3, ST melakukan penggeledahan dan berhasil mencuri tiga ponsel dengan total kerugian mencapai Rp 36 juta.

“Total kerugian yang dialami korban mencapai Rp 36 juta. Korban melaporkan insiden ini ke Polres Tarakan,” kata Randhya.

Polisi, setelah menerima laporan, melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap ST di kediamannya pada Selasa (2/1/2024). ST mengakui bahwa ponsel hasil curiannya dijual seharga Rp 750 ribu per unit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Saat ini, ST telah ditahan di Polres Tarakan untuk proses hukum lebih lanjut. Pelaku dijerat dengan Pasal 362 KUHP pidana dengan ancaman hukuman penjara hingga 5 tahun,” tambahnya.

(Redaksi Prolog)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved