Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Catatan Gemilang Perbankan Indonesia di Tahun 2023: Laba Bersih Meroket

Terbit: 5 Februari 2024

perbankan indonesia
Ilustrasi.

Prolog.co.id – Tahun 2023 menjadi tahun gemilang bagi perbankan di Indonesia. Lima bank raksasa, yaitu Bank Central Asia (BBCA), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Syariah Indonesia (BRIS), membukukan laba bersih yang fantastis.

BRI menjadi perbankan terdepan dengan laba bersih mencapai Rp60,43 triliun, mengungguli pesaingnya. Kinerja gemilang ini diikuti oleh BBCA dengan laba bersih Rp48,60 triliun, BMRI dengan Rp31,21 triliun, BNI dengan Rp15,75 triliun, dan BRIS dengan Rp4,23 triliun.

Pasca pengumuman kinerja keuangan, saham-saham bank ini mengalami kenaikan signifikan. BRIS menjadi bintang dengan kenaikan harga saham 16,29 persen dalam sepekan. Saham BBRI tak mau kalah, melesat 7,83 persen dalam periode yang sama.

BBCA, BMRI, dan BBNI juga menunjukkan performa positif dengan kenaikan harga saham masing-masing 1,57 persen, 5,95 persen, dan 6,45 persen.

Kinerja cemerlang bank-bank ini mencerminkan ketahanan industri perbankan di tengah pemulihan ekonomi Indonesia. Peningkatan laba bersih didorong oleh pertumbuhan kredit dan pendapatan non-bunga.

Berikut Catatan laba bersih perbankan yang meroket di Tahun 2023

BBRI

BRI memimpin perolehan laba bersih dengan torehan Rp60,43 triliun, menembus rekor tertinggi dalam sejarah bank ini. Angka ini melampaui capaian tahun 2022 yang sebesar Rp51,4 triliun. Kinerja cemerlang ini ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih dan non bunga, serta pertumbuhan kredit yang solid.

BMRI

Bank Mandiri tak mau kalah, dengan membukukan laba bersih konsolidasi Rp55,1 triliun, meningkat 33,7 persen yoy. Bank ini juga mencatatkan pertumbuhan aset dan kredit yang signifikan, dengan total aset mencapai Rp2.174,2 triliun dan penyaluran kredit mencapai Rp1.398,1 triliun.

BBCA

Emiten perbankan swasta terbesar di Indonesia ini membukukan laba bersih konsolidasi Rp48,6 triliun, naik 19,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh ekspansi volume kredit, pinjaman, imbal hasil yang lebih tinggi, dan kenaikan pendapatan fee dan komisi.

BBNI

BBNI mencatatkan laba bersih Rp21,11 triliun, meningkat 14,2 persen yoy. Pertumbuhan laba ini ditopang oleh pendapatan bunga bersih dan fee based income yang solid. BNI juga mencatatkan pertumbuhan pendapatan lainnya yang signifikan.

BRIS

Bank syariah pelat merah ini, membukukan laba bersih Rp5,7 triliun, tumbuh 33,8 persen yoy. Pertumbuhan laba ini sejalan dengan kenaikan aset yang mencapai Rp353,62 triliun.

Secara keseluruhan, kinerja gemilang bank-bank besar ini menunjukkan optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia di tahun 2024. Pertumbuhan laba bersih yang signifikan mencerminkan kepercayaan investor dan nasabah terhadap stabilitas dan prospek industri perbankan nasional. (Day)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved