Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Data Pemilih KPU Bocor, Bawaslu Kaji Pelanggaran

Terbit: 2 Desember 2023

KPU
Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty. (ANTARA/Fath Putra Mulya)

Prolog.co.id – Data Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024 dalam sistem Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI diduga bocor. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI sedang mengkaji apakah ada pelanggaran hukum dalam kasus tersebut.

Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty mengatakan pihaknya sedang melakukan kajian apakah ada dugaan pelanggaran Pasal 84 dan Pasal 85 UU Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan maupun Pasal 35 sampai dengan Pasal 39 UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi.

“Kami sedang mengkaji apakah ada pelanggaran hukum dalam kebocoran data pemilih ini. Kami juga memastikan bahwa data yang kami terima dari KPU bersifat umum, tidak mencakup data spesifik seperti NIK, tanggal lahir, dan alamat,” kata Lolly dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/12).

Lolly juga menegaskan bahwa data pemilih yang diberikan oleh KPU kepada Bawaslu dalam bentuk digital bersifat umum dan dalam format yang tidak bisa diubah.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Adi Vivid A. Bachtiar mengatakan pihaknya menemukan dugaan kebocoran data pemilih dalam situs kpu.go.id lewat patroli siber yang dilakukan penyidik Dittipidsiber.

Hal itu terkait munculnya akun peretas anonim bernama “Jimbo” yang mengaku telah mengakses data pemilih dari situs kpu.go.id. Akun tersebut membagikan 500 ribu data contoh dalam satu unggahan di situs BreachForums. Situs tersebut biasanya digunakan untuk menjual data-data hasil peretasan.

Jimbo juga memverifikasi kebenaran data dengan beberapa tangkapan layar dari situs cekdptonline.kpu.go.id. Dalam unggahannya, Jimbo mengungkapkan dari 252 juta data yang diperolehnya, terdapat beberapa data yang terduplikasi.

Setelah dilakukan penyaringan, ditemukan 204.807.203 data unik. Angka tersebut hampir sama dengan jumlah pemilih dalam DPT KPU yang mencapai 204.807.222 pemilih dari 514 kabupaten dan kota di Indonesia serta 128 negara perwakilan.

Data yang berhasil diakses “Jimbo” itu mencakup informasi pribadi, seperti NIK, nomor KK, nomor KTP, nomor paspor pemilih di luar negeri, nama lengkap, jenis kelamin, tanggal lahir, tempat lahir, status pernikahan, alamat lengkap, serta kode tempat pemungutan suara (TPS).

Bareskrim Polri telah membentuk tim gabungan untuk mengusut kasus kebocoran data pemilih tersebut. Tim gabungan tersebut terdiri dari Dirtipidsiber, Dittipideksus, Dittipidum, Dittipidkor, Dittipidteror, Dittipidnarkoba, Dittipidumum, dan Dittipideksus.

“Tim gabungan ini akan bekerja sama dengan KPU RI, Bawaslu RI, dan pihak-pihak terkait lainnya untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kebocoran data pemilih tersebut,” ujar Adi Vivid. (Redaksi Prolog)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved