Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

DJKN Pecahkan Rekor Nilai Transaksi Lelang Rp44,34 Triliun di 2023

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan mencatatkan rekor tertinggi nilai transaksi lelang Rp44,34 triliun di tahun 2023. Capaian ini didukung oleh berbagai stimulus yang diberikan kepada pelaku UMKM, termasuk relaksasi tarif Bea Lelang dan pembebasan uang jaminan.

Terbit: 26 Januari 2024

Transaksi Lelang DJKN Pecahkan Rekor
Direktur Lelang DJKN, Joko Prihanto (kiri) dalam media briefing di Kantor Pusat DJKN pada Kamis (25/1).

Prolog.co.id – Sepanjang tahun 2023 DJKN Kementerian Keuangan mencatatkan total nilai transaksi lelang Rp44,34 triliun.

“Capaian ini tertinggi dalam sejarah penyelenggaraan lelang di Indonesia,” kata Direktur Lelang DJKN, Joko Prihanto dalam media briefing di Kantor Pusat DJKN pada Kamis (25/1).

Nilai transaksi lelang tersebut sebagian besar berasal dari pelaksanaan lelang sukarela termasuk yang diselenggarakan oleh Pejabat Lelang Kelas II mencapai 42 persen, disusul dari pelaksanaan lelang Pasal 6 Undang-Undang Hak Tanggungan (UUHT), lelang barang rampasan atau sitaan Kejaksaan, lelang harta pailit, dan lelang lainnya.

Penyelenggaraan lelang di tahun 2023 juga telah berkontribusi bagi penerimaan Negara sebesar Rp4.586 miliar. Dari nominal tersebut, Rp4.366 miliar tercatat sebagai penerimaan Negara yang terdiri dari hasil bersih lelang Rp3.062 miliar, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Lelang Rp974 miliar, dan penerimaan pajak Rp330 miliar. Sedangkan Rp220 miliar berupa pajak daerah, tercatat sebagai pendapatan asli daerah.

Joko Prihanto menerangkan, lelang memiliki peran dan kontribusi dalam mendukung perekonomian nasional. Hal ini tercermin dari peran lelang dalam membantu pemulihan keuangan negara dan penegakan hukum melalui lelang barang rampasan, sitaan, dan juga lelang barang milik Negara.

Lelang juga berperan dalam membantu penyelesaian Non-Performing Loan dan mendukung fungsi intermediasi perbankan, melalui pencairan agunan dengan penjualan lelang. Peran lainnya adalah membantu penggerak roda perekonomian melalui peningkatan nilai barang dan membuka lapangan kerja.

Dalam pemberdayaan UMKM, DJKN juga mengambil peran melalui pelaksanaan tugas dan fungsi di bidang lelang. Berbagai stimulus diberikan kepada pelaku UMKM untuk memasarkan produk mereka melalui lelang.

Stimulus tersebut, antara lain relaksasi berupa tarif Bea Lelang sampai dengan 0 persen, pembebasan uang jaminan bagi yang berminat mengikuti lelang produk UMKM.

Sejak 2020 hingga 2023, 1.667 pelaku UMKM telah memanfaatkan lelang untuk menjual produknya. Terdapat 17.515 lot barang yang dilelang, dan yang laku sebanyak 11.198 lot barang.

Pada tahun 2024 ini, DJKN terus berupaya untuk meningkatkan kinerja di bidang lelang di antaranya melalui edukasi kepada masyarakat tentang lelang. Kegiatan ini merupakan upaya mengenalkan kepada masyarakat bahwa lelang tidak hanya lelang eksekusi, namun ada juga lelang sukarela dengan objek benda seni dalam hal ini berupa lukisan.

“Salah satu bentuk edukasi, DJKN berkolaborasi dengan pelaku industri lelang swasta, yaitu balai lelang dan asosiasi, serta Pejabat Lelang Kelas II dalam kegiatan Pameran dan Lelang Lukisan yang berlangsung mulai tanggal 25 sampai 27 Januari 2024 di Gedung AA Maramis, Kompleks Kementerian Keuangan,” terangnya. (Day)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved