Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

DJP Terapkan Format Baru Pajak Penghasilan Pasal 21

Terbit: 11 Desember 2023

DJP
Ilustrasi. (Direktorat Jenderal Pajak)

Prolog.co.id – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) akan menerapkan format baru penghitungan pemungutan dan pemotongan tarif Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh 21) mulai Januari 2024. Format penghitungan ini memanfaatkan tarif efektif rata-rata (TER).

Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo mengatakan, tujuan penggunaan format perhitungan TER ini untuk memudahkan dan menyederhanakan perhitungan serta mempermudah para wajib pajak untuk menghitung PPh 21 yang dipotong perusahaan.

“Mulai tahun depan Insyaallah kita mulai metode pemungutan PPh pasal 21 dengan tarif efektif rata-rata, yang lebih simpel, mudah, dan lebih beri kepastian bagi si pemotong ataupun pemungut PPh 21 itu,” kata Suryo dalam keterangannya, Senin (11/12).

Format perhitungan TER ini memiliki penambahan satu lapisan tarif dalam penghasilan tertinggi, yaitu Rp 5 miliar ke atas dikenakan tarif 35 persen.

Dengan demikian tarif PPh yang berlaku saat ini untuk penghasilan setahun sampai dengan Rp 60 juta sebesar 5 persen, di atas Rp 60 juta sampai dengan Rp 250 juta 15 persen, Rp 250 juta sampai Rp 500 juta 25 persen, Rp 500 juta sampai Rp 5 miliar 30 persen, dan di atas Rp 5 miliar 35 persen.

Format perhitungan TER akan diiringi dengan terbitnya buku tabel Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) yang mengacu pada Bab III Pasal 7 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.

Tabel itu akan memisahkan jenis status PTKP seperti Tidak Kawin, Kawin, Kawin dan Pasangan bekerja. Tabel ini juga menyusun jumlah tanggungan dengan keseluruhan digunakan simbol TK/0 – TK/3, K/0 – K/3, serta K/I/0 – K/I/3. Sedangkan nominalnya untuk TK/0 sebesar Rp 54 juta, K/0 Rp 58,5 juta, dan K/I/0 Rp 108 juta.

Adapun mekanisme penerapan dengan TER adalah TER x Penghasilan Bruto untuk masa pajak selain masa pajak terakhir. Masa pajak terakhir menggunakan tarif Pasal 17 ayat 1 huruf a UU PPh, atas jumlah penghasilan bruto dikurangi biaya jabatan atau pensiun, iuran pensiun, dan PTKP.

Tarif efektif yang disebutkan di situ sudah memperhitungkan PTKP bagi setiap jenis status PTKP seperti tidak kawin, kawin, serta kawin dan pasangan bekerja dengan jumlah tanggungan yang telah atau belum dimiliki.

Dengan penerapan format baru penghitungan PPh 21, DJP berharap akan ada beberapa keuntungan. Pertama, format perhitungan TER ini lebih sederhana dibandingkan dengan format perhitungan sebelumnya yang menggunakan tarif progresif. Kedua, perhitungan TER ini lebih adil karena memperhitungkan PTKP bagi setiap jenis status PTKP. Terakhir, format perhitungan TER ini lebih mudah dipahami oleh para wajib pajak.

DJP mengimbau kepada para wajib pajak untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi perubahan format penghitungan PPh 21 ini. DJP juga akan terus memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait penerapan format baru penghitungan PPh 21. (Redaksi Prolog)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved