Prolog.co.id – Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kutai Kartanegara (DKP Kukar) mengutamakan penyaluran bantuan langsung untuk masyarakat perikanan sebagai bagian dari pelaksanaan program Kukar Idaman Terbaik.
Bantuan tersebut dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan nelayan, pembudi daya ikan, hingga pelaku pengolahan hasil perikanan.
Kepala DKP Kukar, Muslik, menjelaskan bahwa program di sektor perikanan dirancang selaras dengan visi dan misi Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri beserta Wakil Bupati Rendi Solihin. Pihaknya berkomitmen memastikan program ini berdampak nyata terhadap kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Yang kami prioritaskan seperti bantuan sarana prasarana tangkap, sarana prasarana budidaya, dan sarana prasarana pengolahan. Itu yang menjadi prioritas kami dalam mendukung program Bapak Bupati,” kata Muslik.
Lebih lanjut, Muslik memaparkan bahwa bantuan sektor tangkap difokuskan untuk memfasilitasi sarana kerja nelayan. Sementara pada sektor budidaya, bantuan bertujuan memperkuat produktivitas pembudi daya ikan.
DKP Kukar juga memberikan perhatian khusus pada sektor pengolahan hasil perikanan. Langkah ini diambil agar komoditas perikanan tidak hanya dipasarkan dalam kondisi mentah, melainkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
Menurut Muslik, skema bantuan langsung menjadi pilihan utama karena manfaatnya dapat segera dirasakan oleh para pelaku usaha perikanan.
“Jadi kami masih memprioritaskan bantuan langsung ke masyarakat,” ujarnya.
Di bawah payung program Kukar Idaman Terbaik, sektor perikanan diposisikan sebagai salah satu pilar penguatan ekonomi daerah. DKP Kukar menetapkan target untuk memperluas jangkauan fasilitas penunjang kepada 60 ribu nelayan dalam kurun waktu lima tahun ke depan.
Muslik menambahkan bahwa target baru ini merupakan bentuk peningkatan yang signifikan dari capaian pada periode sebelumnya.
“Kalau sebelumnya 25 ribu nelayan dan pembudi daya ikan, ke depan targetnya 60 ribu nelayan dalam lima tahun,” jelasnya.
Melalui penyediaan sarana prasarana tangkap, budidaya, serta pengolahan, DKP Kukar berharap program ini dapat menjawab kebutuhan mendasar masyarakat sekaligus mendorong produktivitas sektor perikanan di wilayah Kukar.


