Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Driver Online di Kaltim Gelar Aksi, Minta Ada Kepastian Penyesuaian Tarif

Terbit: 7 Februari 2024

driver online di kaltim
Massa aksi yang tergabung ke dalam Aliansi Mitra Kaltim Bersatu saat menggelar demonstrasi di depan Kantor Gubernur Kaltim. (Gia/Prolog)

Prolog,co.id, Samarinda – Driver online di Kaltim menggelar massa aksi dengan membawa dua tuntutan, Rabu (7/2) di depan Kantor Gubernur Kaltim. Mereka tergabung ke dalam Aliansi Mitra Kaltim Bersatu yang merupakan driver online kendaraan roda empat.

Diketahui, Aliansi Mitra Kaltim Bersatu adalah driver-driver online dari Gojek, Grab, dan Maxim. Ketiga penyedia jasa ojol itu memang paling familiar di Samarinda dan beberapa wilayah di Kaltim.

Pada intinya, para driver online itu menginginkan adanya keadilan dalam menjalankan tugasnya. Tuntutan pertama, mereka meminta agar Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik bisa segera mendesak aplikasi Gojek, Grab, dan Maxim agar bisa mematuhi dan mengubah tarif sesuai SK Gubernur Kaltim Nomor 100.3.3.1/K.637/2023.

Kemudian, para driver online meminta agar diterapkannya sanksi tegas ke semua aplikator driver online roda empat yang tidak patuh dan menerapkan tarif sesuai SK gubernur berupa sanksi administratif. Bahkan pencabutan izin operasional di Kaltim sesuai PM 118/2018.

Koordinator Aliansi Mitra Kaltim Bersatu, Yohannesbrekhman Bete menjelaskan, pihaknya sudah sejak lama menunggu kepastian mengenai penyesuaian tarif driver sesuai dengan SK Gubernur Kaltim sebelumnya. SK tersebut sudah ditandatangani oleh Isran Noor pada 19 September 2023. Kendati demikian, dia menegaskan bahwa pihak aplikator belum ada melakukan penyesuaian tarif seperti yang seharusnya.

“Kami tidak ingin ada lagi surat-surat panggilan dari Pj Gubernur, kami ingin aplikator datang hari ini. Kami sudah capek, berbulan-bulan kami menunggu,” seru dia.

Yohannes ada menjelaskan beberapa hal yang tercantum di dalam SK Gubernur Kaltim Nomor 100.3.3.1/K.637/2023. Salah satunya mengenai tarif batas bawah Rp 5 ribu dan tarif batas atas Rp 6 ribu.

“Jadi aplikator bisa ambil di tengah-tengahnya. Kami ingin bersihnya ke driver sebesar Rp 18.800 per 4 kilometer,” sambung Yohannes.

Yohannes menjelaskan, selama ini para driver itu hanya mendapatkan sebesar Rp 10.300 – Rp 12.600. Menurut pihaknya, hal tersebut tak sesuai dengan ketentuan dari SK Gubernur Kaltim yang sudah disepakati dan ditandatangani.

Oleh sebab itu, pihaknya menilai apa yang dilakukan para aplikator itu sangat merugikan para driver online, khususnya yang mengendari roda empat di Kaltim. Mereka menganggap, pihak aplikator tidak memerhatikan SK Gubernur Kaltim yang sudah ada.

“Bensin aja Rp 10 ribu per liter, tidak sesuai ini. Di aplikasi tidak berubah harganya, sampai hari ini,” pungkasnya. (Gia)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved