Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Indonesia Hadapi 7 Sengketa di WTO, Mulai Masalah Nikel Hingga Sawit Masuk Daftar

Terbit: 8 Oktober 2023

Sengketa di WTO
Ilustrasi (freepik)

Prolog.co.id – Indonesia tengah menghadapi tujuh sengketa perdagangan di World Trade Organization (WTO). Dalam sengketa itu, posisi Indonesia sebagai pihak yang menggugat maupun yang digugat.

Menurut keterangan pers dari Wakil Tetap RI di Jenewa, sengketa-sengketa tersebut melibatkan berbagai komoditas, termasuk nikel dan kelapa sawit.

“Dalam upaya penyelesaian sengketa, Indonesia tidak hanya berperan sebagai perunding, tetapi juga aktif dalam menjalankan fungsi penyelesaian sengketa,” kata Duta Besar LBPP Febrian Ruddyard pada press briefing.

Beberapa sengketa yang melibatkan Indonesia saat ini mencakup perkara DS477 dan DS478 yang terkait dengan impor produk hortikultura, hewan, dan produk hewani. Indonesia berperan sebagai pihak yang digugat dalam kasus ini.

Selain itu, terdapat perkara DS484 mengenai impor daging ayam dan produk ayam yang saat ini sedang dalam tahap proses banding di Badan Banding WTO atau Appellate Body.

Sengketa lainnya adalah perkara DS592 yang berkaitan dengan bahan mentah atau Measures Relating to Raw Materials. Seperti sengketa sebelumnya, Indonesia juga menjadi pihak yang digugat dalam kasus ini.

Tak hanya sebagai tergugat, Indonesia juga menjadi penggugat dalam perkara DS593 yang mengenai minyak sawit, tanaman kelapa sawit, dan biofuel. Uni Eropa adalah pihak yang digugat dalam kasus ini, dan proses sengketa masih berlanjut.

Febrian menjelaskan bahwa Indonesia aktif berperan dalam membentuk narasi dan interpretasi kepentingan negara berkembang di WTO. Hal ini dilakukan untuk mengembangkan perekonomian dan industrialisasi yang berkelanjutan, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo juga sering mengangkat isu sengketa perdagangan yang dihadapi Indonesia di WTO dalam pidatonya. Salah satu contohnya adalah saat acara Rapimnas Samawi 2023, di mana Presiden Jokowi mencermati berbagai komoditas yang menjadi objek sengketa di WTO.

“Sudah lebih dari 400 tahun sejak VOC kita ekspor selalu mentahan sehingga nilai tambah tidak ada, nilai ekonomi rendah, kita baru setop nikel 2020 saja. Kita digugat oleh Uni Eropa dibawa ke WTO digugat, banyak menteri bertanya ke saya, ‘Pak ini kita digugat’. Ya saya bilang digugat ya dihadapi,” ujar Presiden Jokowi pada Sabtu (7/10/2023) lalu.

(Redaksi Prolog)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved