Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Investasi di Kaltim Capai Rp 15,54 Triliun di Triwulan Kedua, Pertambangan dan Industri Logam Dominasi

Terbit: 16 Agustus 2023

Investasi di Kaltim
Ilustrasi pengangkutan batubara di perairan Sungai Mahakam. (Ist)

Prolog.co.id, Samarinda – Kementerian Investasi/BKPM bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim melaporkan bahwa investasi di Benua Etam pada triwulan kedua tahun ini mencapai Rp 15,54 triliun.

Hal ini semakin memperkuat keyakinan Gubernur Kaltim, Isran Noor, bahwa wilayah ini masih menjadi tujuan investasi bagi pelaku usaha baik dari dalam maupun luar negeri.

“Meskipun terdampak pandemi selama lebih dari dua tahun, Kaltim tetap mampu berperan dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkap Isran.

Menurut Isran, kekayaan sumber daya alam (SDA) di Kaltim masih menjadi daya tarik bagi investor, baik lokal maupun internasional.

“Kaltim senantiasa terbuka bagi mereka yang ingin berinvestasi. Kami memberikan fasilitas-fasilitas yang memadai, dengan tetap menjalankan peraturan dan prosedur yang berlaku,” tegasnya.

Puguh Harjanto, Kepala DPMPTSP Kaltim, mengungkapkan bahwa data dari Kementerian Investasi/BKPM menunjukkan realisasi investasi di Kaltim pada triwulan kedua mencapai 23,91 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 64,5 triliun. Terdiri dari investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) senilai Rp 10,99 triliun dan investasi penanaman modal asing (PMA) senilai Rp 4,54 triliun.

“Beberapa sektor usaha tetap mendominasi investasi di wilayah ini, yakni sektor pertambangan, industri logam dasar, serta sektor tanaman pangan dan perkebunan,” papar Puguh.

Lebih lanjut, Puguh mengungkapkan bahwa investasi di sektor pertambangan mencapai USD 116,60 juta atau sekitar Rp 1,72 triliun, menyumbang sekitar 37,93 persen dari total investasi PMA. Sementara itu, investasi di sektor industri logam dasar, barang logam, dan perlengkapannya mencapai USD 58,18 juta atau sekitar Rp 861,17 miliar.

“Angka ini berkontribusi sekitar 18,93 persen dari total investasi PMA,” jelasnya.

Tidak hanya itu, sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan juga memberikan kontribusi signifikan senilai USD 36,75 juta atau sekitar Rp 544,04 miliar.

“Dengan nilai ini, kontribusi sektor ini terhadap total investasi PMA mencapai 11,96 persen,” tutup Puguh

(Redaksi Prolog)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved