Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

,

Kaleidoskop Kutai Kartanegara 2023: Pembangunan Infrastruktur hingga Peningkatan Kualitas SDM di Kota Raja

Terbit: 28 Desember 2023

Kutai Kartanegara
Kolase foto di Kabupaten Kutai Kartanegara sepanjang 2023.

Prolog.co.id, Kutai Kartanegara – Sepanjang tahun 2023, berbagai pembangunan dan peningkatan pelayanan menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar). Sejalan dengan program Kukar Idaman yang diusung Bupati Edi Damansyah dan Wakil Bupati Rendi Solihin.

Seluruh perjalanan pembangunan di Kota Raja sepanjang tahun 2023 ini terangkum dalam Kaleidoskop Kukar sebagai berikut;

Peningkatan Infrastruktur Masuk Skala Prioritas Pemkab Kukar

Kutai Kartanegara

Peningkatan dan pembangunan infrastruktur memang tengah gencar dilakukan Pemkab Kukar di bawah pimpinan Edi Damansyah dan Rendi Solihin. Sebab, mampu memberikan multiplier effect (efek berganda), termasuk bagi roda perekonomian di wilayah terluar Kutai Kartanegara.

Sejumlah peningkatan jalan turut menyasar desa-desa terluar Kukar. Contohnya, Desa Karya Jaya, Kecamatan Samboja yang menjadi satu diantara pembangunan wilayah pedesaan yang dilakukan Pemkab Kukar. Peningkatan badan jalan pun dilengkapi oleh Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU). Hingga kini, 2.450 LPJU telah terpasang di 16 kecamatan di Kukar atau mencapai 85 persen dari target.

Tak hanya berfokus pada infrastruktur jalan, Pemkab Kukar juga memberikan perhatian bagi infrastruktur pesisir. Rinciannya, peremajaan untuk 13 dermaga dan pembangunan 1 dermaga baru.

Sementara itu, untuk desa terluar di Kota Raja, Pemkab Kukar juga memiliki program, Terang Kampongku. Hingga saat ini program ini terus dikebut guna pemerataan penyaluran listrik di desa-desa yang ada di Kukar.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar pun menargetkan sebanyak 17 Desa di Kutai Kartanegara akan menikmati listrik 24 jam tahun 2023 ini. Program tersebut juga telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar 2021-2026. Program ini fokus menyasar desa-desa yang belum teraliri listrik 24 jam.

Sumber listrik yang digunakan untuk program ini berasal dari dua jenis, yaitu PLN dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal. Untuk desa-desa yang menggunakan listrik PLN, saat ini sudah diselesaikan semua pembangunannya. Sedangkan untuk desa-desa yang menggunakan PLTS komunal, pembangunannya masih berlangsung.

Peningkatan infrastruktur di wilayah Kukar juga merambah ke sektor pariwisata. Di antaranya pembangunan water boom di Pulau Kumala. Pun demikian pada fasilitas yang ada di objek wisata unggulan Kota Raja itu.

Kawasan Pertanian Terintegrasi di Kukar Diproyeksikan jadi Lumbung Pangan Kaltim

Kutai Kartanegara

Pemkab Kukar terus menggenjot optimalisasi sektor petanian. Melalui program Makmur Idaman, Kukar optimis mampu menjadi lumbung pangan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Kalimantan Timur (Kaltim).

Guna mewujudkan tersebut, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar 2021-2026, Pemkab Kukar menetapkan lima kawasan pertanian terintegrasi. Kawasan pertanian terintegrasi itu di enam kecamatan, yakni, Tenggarong, Tenggarong Seberang, Loa Kulu, Sebulu, Muara Kaman dan Marangkayu.

Kawasan pertanian terintegrasi adalah kawasan yang menggabungkan beberapa sektor usaha tani, seperti sawah, hortikultura, peternakan, dan perikanan. Kawasan ini juga dilengkapi dengan hilirisasi produk, jalan usaha tani, irigasi, dan Badan Usaha Milik Desa (Bumdesa).

Program kawasan pertanian terintegrasi ini diyakini memiliki multiplier effect atau efek berganda terhadap perekonomian daerah. Selain itu, petani di Kukar dapat beralih dari sistem tradisional ke sistem manajemen modern.

Peningkatan sektor pertanian ini juga didukung oleh penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta pupuk untuk para petani. Seperti yang sudah pernah disalurkan di Kecamatan Samboja Barat dan Samboja pada 13 November 2023 lalu. Adapun bantuan yang disalurkan berupa 43 unit kultivator, 38.500 kilogram pupuk NPK, dan 45.000 kilogram pupuk urea.

Guna mempertahankan kesetabilan sektor pernian, Pemkab Kukar juga kerap mengambil langkah taktis. Contohnya, ketika kelangkaan pupuk bersubsidi yang sempat terjadi pada dua bulan lalu. Pemkab Kukar kala itu langsung mengambil sikap dengan memberikan bantuan pupuk.

Kecamatan Tenggarong Seberang menjadi satu di antara daerah lainnya yang mendapatkan bantuan pupuk kala itu. Bantuan itu berupa 217 ton pupuk granul, yang disalurkan ke enam desa yang juga menjadi kawasan pertanian Kota Raja.

Pemkab Kukar Genjot Sektor Perikanan Kota Raja

Kutai Kartanegara

Tak hanya sektor pertanian, sektor perikanan juga mendapat perhatrian dari Pemkab Kukar. Sebab, sektor ini juga memiliki potensi besar dalam pengembangan perekonomian di Kutai Kartanegara.

Dari catatan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar pada 2020 lalu, hasil produksi perikanan mencapai 202.277 ton. Potensi ini yang membuat Pemkab Kukar memberikan perhatiannya kepada pada nelayan tangkap maupun budidaya di Kota Raja.

Melalui program Kukar Idaman yang berjalan sejak 2021 lalu, bantuan sarana dan prasarana rutin dilakukan untuk mendongkrak industri perikanan daerah. Di antranya pembangunan infrastruktur perikanan secara berkelanjutan di Kecamatan Samboja senilai Rp 15 miliar.

Adapun infrastruktur itu akan memiliki berbagai perlengkapan yang bertujuan untuk mendukung aktivitas perikanan. Diantaranya lemari pendigin yang dapat digunakan untuk mengawetkan hasil tangkap atau budidaya. Dengan adanya infrastruktur pendukung tersebut, harga ikan, maupun hasil perikanan lainnya bisa tetap stabil dan meminimalisir terjadinya kerugian. Sebab, akan berpengaruh pada daya tahan hasil produksi perikanan.

Pembangunan infrastruktur secara berkelanjutan ini juga akan menyasar pada peremajaan jalan penghubung yang ada. Sehingga, dapat menunjang distribusi hasil perikanan dari satu tempat ke tempat lainnya. Dan, akan berpengaruh pada perputaran ekonomi.

Tak hanya itu, Rp 219 Miliar juga digelontorkan Pemkab Kukar dalam program 25 ribu nelayan produktif.

Diketahui bahwa program tersebut merupakan salah satu dari 23 program dedikasi Pemkab Kukar yang juga tertuang dalam RPJMD Kukar 2021-2026. Program tersebut meliputi pemberian bantuan bagi kelompok-kelompok nelayan, atau Pokdakan yang tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Kukar.

Peningkatan sektor perikanan di Kota Raja ini pun akan didukung dengan pembangun pabrik pakan ikan di Loa Kulu. Sebab, harga pakan ikan yang mahal menjadi salah satu kendala bagi para pembudidaya ikan di Kutai Kartanegara.

Adapun alasan Loa Kulu sebagai lokasi pabrik yang dipilih karena memiliki beberapa keunggulan. Pertama, Loa Kulu merupakan wilayah dengan jumlah pembudidaya ikan terbanyak di Kukar. Kedua, Loa Kulu memiliki akses yang mudah ke kota-kota besar seperti Samarinda dan Balikpapan.

Perharian Edi-Rendi pada sektor perikanan ini pun sejalan dengan janji politik mereka yang akan memfasilitasi 25.000 nelayan dan pembudidaya produktif di Kukar melalui Program Kukar Idaman. Program ini bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kukar, khususnya di sektor kelautan dan perikanan.

Peningkatan Kualitas SDM di Kota Raja, Pendidikan dan Kesehatan jadi Perhatian

Kutai Kartanegara

Guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Pemkab Kukar juga menaruh perhatiannya di sektor pendidikan dan kesehatan.

Pada dunia pendidikan Pemkab Kukar mengimplementasikan program 1.000 guru sarjana pada tahun 2023 ini. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kukar. Program ini pun masuk dalam RPJMD Kukar 2021-2026 yang juga sebagai visi-misi Kukar Idaman. Sedikitnya anggaran sebesar Rp 4,5 miliar telah disediakan.

Program ini menyasar tenaga pendidik non PNS yang belum linier atau S1 hingga staf-staf sekolah pun diperbolehkan jikalau mereka berpotensi dan sering mengisi waktu kosong untuk memberikan pelajaran.

Untuk masa pendidikan, maksimalnya hanya sebanyak delapan semester. Dan, harus memiliki Indek Prestasi Komulatif (IPK) minimal 2,75. Sementara di tahun 2023, target Pemkab Kukar ada 800 guru yang ditargetkan mendapatkan program beasiswa ini.

Adapun untuk bantuan pendidikan bagi peserta didik, salah satu bantuan yang disalurkan melalui program Beasiswa Kukar Idaman tahun 2023. Dalam program tersebut, Pemkab Kukar bersedia mengeluarkan anggaran hingga mencapai Rp 20 miliar.

Program Beasiswa Kukar Idaman tahun ini disiapkan untuk beasiswa S1 dan D4. Anggaran yang digelintorkan senilai Rp 20 miliar.

Selain beasiswa S1 dan D4, ada juga beasiswa santri lanjut perguruan tinggi. Beasiswa ini merupakan Program Satu Desa Satu Tahfiz. Pemkab membuka kuota 50 orang untuk satu tahun.

Dua program Pendidikan tersebut juga akan sejalan dengan program Kukar Siap Kerja yang secara rutin menggelar pelatihan kerja. Langkah tersebut untuk menyiapkan calon pekerja yang berkompeten di bidangnya masing-masing. Program ini turut menggandeng pihak perusahaan agar masyarakat yang mengikuti pelatihan dapat langsung direkrut oleh pihak perusahaan sesuai bidang keahliannya.

Sementara untuk dunia kesehatan, Pemkab Kukar berkomitmen dalam perbaikan 806 posyandu. Diharapkan tidak akan ada lagi bangunan Posyandu yang tidak layak pakai. Sehingga dapat mencapai tujuan nol persen stunting pada 2024.

Tak hanya posyandu, Pemkab Kukar juga terus mengebut pengerjaan pembangunan Rumah Sakit (RS) Muara Badak. Ditargetkan akan rampung pada akhir tahun ini dan akan menghabiskan anggaran hingga Rp 67 miliar.

Meski begitu, rumah sakit di daerah pesisir Kukar itu tak bisa langsung beroperasi memberikan pelayanan seusai dibangun. Sebab, masih terdapat beberapa suprastruktur lain, yang masih perlu dipenuhi. Seperti Sumberdaya Manusia (SDM), maupun peralatan perlengkapan pelayanan kesehatannya.

Jika tenaga kesehatan dan perlengkapan telah terpenuhi, maka selanjutnya RS Muara Badak dapat beroperasi memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Adapun jumlah tenaga kesehatan, yang rencananya akan ditugaskan dalam pengoprasiannya perkirakan berjumlah sekitar 60 orang.

Warna-Warni Pariwisata Kukar

Kutai Kartanegara

Pemkab Kukar hingga kini berupaya mengoptimalkan sektor pariwisatanya. Di antaranya dengan pengembangan pada objek wisata unggulan yang ada, seperti Pulau Kumala.

Objek wisata unggulan Kukar tersebut dulu memiliki beberapa wahana bermain seperti Kereta Gantung dan Sky Tower. Bahkan menjadi salah satu objek wisata yang sangat digandrungi wisatawan ketika memasuki hari libur. Sayangnya, beberapa tahun belakangan, Pulau Kumala sudah mulai mengalami penurunan jumlah pengunjung yang datang.

Dalam meningkatkan minat wisatawan, Pemkab Kukar berencana menambahkan sarana bermain Waterboom.  Selain wahana bermain, Pulau Kumala juga akan dibangun tempat penginapan atau cottage bagi para wisatawan yang datang dari luar daerah Kukar. Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah akses mobilisasi ke dalam Pulau Kumala.

Terlepas dari objek wisata di Kukar, Pemkab Kukar juga gencar menggelar berbagai festival untuk menarik kehadiran wisatawan. Setidaknya ada 20 festival yang akan diselenggarakan setiap tahunnya, dan akan terus diselenggarakan hingga tahun 2026 mendatang.

Berbagai festival yang sukses digelar Pemkab Kukar sebelumnya juga menunjukkan hasil yang gemilang. Mampu memberikan efek berganda, termasuk pada perekonomian masyarakat Kutai Kartanegara. Salah satunya, Wonderful Kukar 2023 yang digelar Lapangan L3 Bangun Rejo pada 2-3 Desember 2023.

Meski hanya berlangsung selama dua hari, festival tersebut mampu menghasilkan perputaran ekonomi mencapai Rp 7 Miliar.

Pemkab Kukar Meraih Berbagai Penghargaan

Kutai Kartanegara

Berbagai penghargaan berhasil diraih Pemkab Kukar sepanjang tahun 2023. Mulai dari penghargaan dalam ajang inovasi pelayanan publik, bidang kesehatan hingga terkait kebijakan strategis.

Penghargaan yang diraih Pemkab Kukar di antaranya saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) yang berlangsung di Grand Sahid Hotel Sudirman, Jakarta, pada 3 Oktober 2023 lalu.

Dalam Rakornas bertema “Sinergi Nasional Akselerasi Digitalisasi Daerah untuk Indonesia Maju” itu, Pemkab Kukar menyabet dua penghargaan sekaligus. Yakni, sebagai TP2DD kabupaten terbaik di wilayah kalimantan dan program unggulan P2DD terbaik melalui inisiatif “Program Si Pajol Betijak”. Penghargaan itu diterima oleh Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin yang mewakili Pemkab Kukar.

Keberhasilan tersebut tak hanya mencerminkan kekayaan alam Kukar, tetapi juga menunjukkan prestasi, inovasi, serta terobosan di berbagai bidang. Termasuk menjadi daerah yang penuh potensi, siap menjadi penyangga dan penopang IKN Nusantara.

Penghargaan tingkat nasional juga sempat diraih Pemkab Kukar pada awal Agustus lalu. Pertama penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) dalam ajang Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2023. Penghargaan itu juga sekaligus menetapkan Kukar sebagai Kawasan Masyarakat Pertanian Unggulan Rakyat Sejahtera Mandiri Pangan atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kampung Raja Mapan.

Tak sampai di situ, hanya berselang sehari, Pemkab Kukar kembali meraih penghargaan. Penghargaan kedua di Agustus 2023 itu ialah, Penghargaan Adinkes 2023 untuk Penanggulangan Penyakit Berjangkit. (Redaksi Prolog)

Ikuti Berita prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved