Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Kepala Sekolah SMA di Samarinda Gelar Rapat, Edukasi Masyarakat Soal PPDB

Terbit: 27 Juni 2023

PPDB
Wakil Ketua I MKKS SMA, Putu Suberata. (Ist)

Prolog.co.id, Samarinda – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA menggelar pertemuan yang bertujuan memberi pemahaman kepada masyarakat terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Hal ini merespons protes masyarakat yang terjadi di SMA Negeri 8 Samarinda, Sungai Kunjang.

“Rapat ini mengedukasi masyarakat, apa masalahnya yang terjadi ditengah-tengah masyarakat. Semua Petunjuk Teknis (juknis) itu sudah berdasarkan dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud),” kata Wakil Ketua I MKKS SMA, Putu Suberata, Senin, 26 Juni 2023.

“Pengumuman PPDB jamnya akan diundur. Namun tetap hari ini pengumumannya,” jelas I Putu Suberata saat ditemui usai memimpin rapat tersebut.

Putu juga menerangkan, kuota untuk bina lingkungan sebanyak 65 persen. Terdiri dari 20 persen dari RT bina lingkungan, dan 45 persen untuk zonasi reguler.

“Kenapa demikian? Ada daerah-daerah tertentu yang jauh dari sekolah. Oleh sebab itu, bagi siswa yang pintar tapi jauh dari rumahnya jauh dari sekolah bisa mendaftar di sekolah yang di inginkan. Makanya bina lingkungan itu dibagi 2. Khusus yang dekat 20 persen, dan yang mempunyai nilai serta prestasi memperebutkan kuota 45 persen sisanya,” jelasnya.

Menurutnya, hal demikian untuk memacu daya saing serta semangat belajar untuk menjadi siswa yang berkualitas dan bermartabat untuk lingkungan sekitarnya.

“Semangat belajar, bersaing sportif supaya bisa masuk kesekolah yang di inginkan,” ujarnya Putu.

Disinggung terkait kejadian yang terjadi di di SMA Negeri 8 Samarinda beberapa waktu lalu. Dirinya menyayangkan tindakan oknum orang tua yang anaknya tidak diterima disekolah yang dituju membuat masalah.

“Itu yang membuat masalah, padahal banyak dari kalangan masyarakat mengatakan bahwa PPDB tahun ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Karena menurut saya juga ini mendidik,” imbuhnya.

“Saya dengar juga tadi dari kelapa sekolah SMA 8 Samarinda, ternyata yang panas-panasin itu anaknya yang tidak diterima. Sehingga berhembuslah jadinya RT bina lingkungan itu dipermainkan, padahal itu tidak ada,” tambahnya.

Ia berharap, kejadian yang terjadi di SMA Negeri 8 Samarinda menjadi cermin untuk dijadikan bahan evaluasi untuk tahun berikutnya.

“Jangan sampai misalnya yang tidak benar istilahnya kita jelekan atau menyalahkan kepala sekolahnya. Kita inikan satu MKKS satu suara,” tandasnya.

(ADV/Disdikbud Kaltim)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved