Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Komisi II DPRD Kaltim Imbau Pelaku UMKM Lakukan Analisa Pasar Sebelum Ekspor

Terbit: 20 Oktober 2023

peluang ekspor UMKM kaltim
Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Nidya Listiyono. (Dok DPRD)

Prolog.co.id, Samarinda – Komisi II DPRD Kaltim mengimbau kepada para pelaku UMKM yang punya peluang ekspor untuk bisa melakukan analisis terlebih dahulu. Hal itu dilakukan demi menghindari berbagai kendala.
Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Nidya Listiyono atau Tiyo mengatakan, analisis yang perlu dilakukan pelaku usaha mesti mengacu pada kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) atau SWOT.

Tiyo mengatakan, pelaku UMKM yang memang mengalami kendala bisa menyampaikan itu secara terbuka ke pemangku kepentingan terkait. Misalnya Disperindagkop Kaltim.

“Silakan sampaikan, kemudian dikoneksikan ke DPRD Kaltim. Nanti kami akan bantu apa yang jadi kendalanya,” ujarnya.

Ada banyak hal yang harus dilalui calon eksportir sebelum mengirimkan produknya ke negara tujuan. Misalnya, harus memenuhi sertifikasi internasional yang diakui negara bersangkutan.

Jika pelaku UMKM memerlukan biaya untuk sertifikasi tersebut, maka harus ada komunikasi lebih intens dengan pemerintah. Untuk hal itu, dia mengaku masih belum tahu pasti berapa nominalnya.

“Memang ada biaya, tapi spesifiknya berapa kami masih belum tahu. Jadi mahalnya yang gimana, sulitnya gimana. Itu bisa disampaikan juga lewat kami. Nanti dibantu cari jalan keluarnya,” jelas politisi Golkar itu.

Tiyo menegaskan, pihaknya mendukung penuh barang-barang dari Kaltim untuk diekspor ke luar negeri. Tujuannya agar bisa terwujud tumbuh kembang ekonomi, khususnya ekonomi kerakyatan.

“Tujuannya kan harga bisa bagus, prosesnya murah, tidak ribet. Sehingga produk kita bisa laku dan bersaing di pasaran,” sambung Tiyo.

Di sisi lain, Tiyo juga berharap para pelaku usaha bisa membuat produk yang berkualitas. Menurutnya, kualitas produk sangatlah penting dan bisa meningkatkan harga yang bersaing juga.

“Kalau ada barang murah tapi tak berkualitas juga enggak akan bertahan lama. Beda halnya jika ada barang yang harganya mahal tapi kualitas bagus,” tutupnya.
(Kit/adv/dprdkaltim)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved