Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

,

Mantan Dirut PT Pertamina Karen Agustiawan, Ditahan KPK atas Kasus Korupsi Pengadaan LNG

Terbit: 20 September 2023

Mantan Dirut Pertamina
Mantan Direktur Utama PT Pertamina, Karen Agustiawan yang ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan KPK atas kasus korupsi terkait penentuan kebijakan dalam pengadaan gas alam cair di PT Pertamina (Persero) 2011-2021.

Prolog.co.id – Mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Karen Agustiawan ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penahanan ini dilakukan setelah Karen Agustiawan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait pengadaan gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) di PT Pertamina (Persero) selama periode 2011 hingga 2021.

Dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan pada Selasa (19/9/2023) lalu, Ketua KPK, Firli Bahuri, mengumumkan bahwa Karen Agustiawan akan ditahan selama 20 hari pertama. Mantan Dirut PT Pertamina turut hadir mengenakan rompi oranye dengan berkerudung putih itu, akan menjalani masa penahanan di Rumah KPK hingga tanggal 8 Oktober 2023. Namun, masa penahanan ini dapat diperpanjang sesuai dengan kebutuhan dalam proses penyelidikan.

“KPK memulai penyelidikan kasus ini berdasarkan aduan dari masyarakat terkait dugaan korupsi dalam pengadaan LNG di PT Pertamina selama periode 2011 hingga 2021. KPK menetapkan Karen Agustiawan sebagai tersangka. Dia pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero) selama periode 2009-2014,” jelas Firli Bahuri.

Kasus ini berawal ketika PT Pertamina merencanakan pengadaan LNG sebagai salah satu alternatif untuk mengatasi defisit gas di Indonesia pada sekitar tahun 2012. Defisit gas diproyeksikan akan terjadi di Indonesia antara tahun 2009 hingga 2040. Oleh karena itu, pengadaan LNG menjadi krusial untuk memenuhi kebutuhan PT PLN Persero, Industri Pupuk, dan Industri Petrokimia di Indonesia.

Karen Agustiawan, saat menjabat sebagai Direktur Utama PT Pertamina Persero pada periode 2009-2014, dianggap melakukan kebijakan yang merugikan negara. Dia diduga secara sepihak membuat kontrak dengan perusahaan Corpus Christi Liquefaction (CCL) LLC Amerika Serikat tanpa melakukan kajian menyeluruh dan tanpa melaporkan hal ini kepada Dewan Komisaris PT Pertamina Persero.

Selain itu, pelaporan kepada Dewan Komisaris dan Pemerintah tidak pernah dilakukan, sehingga tindakan Karen Agustiawan tidak mendapatkan persetujuan dari pemerintah saat itu. Akibatnya, seluruh kargo LNG yang dibeli dari CCL LLC Amerika Serikat oleh PT Pertamina Persero tidak terserap di pasar domestik, menyebabkan oversupply dan tidak pernah masuk ke wilayah Indonesia.

“Perbuatan Karen Agustiawan menyebabkan kerugian keuangan negara sejumlah sekitar 140 juta dolar Amerika Serikat, yang ekuivalen dengan Rp 2,1 triliun,” ungkap Firli Bahuri.

Mantan Dirut PT Pertamina ini dihadapkan pada dakwaan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. KPK bertekad untuk mengusut kasus ini hingga tuntas demi tegaknya supremasi hukum di Indonesia. (Redaksi Prolog)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved