Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

,

Mengguncang Perairan Bontang: Kasus Bom Ikan Terungkap, Pelaku Akui Lakukan Demi Penghasilan Tambahan

Terbit: 15 Agustus 2023

Bom Ikan
Satpolair Polres Bontang saat merilis kasus ungkapan bom ikan diperairan Bontang Kuala. (ist)

Prolog.co.id, Bontang – Satuan Polisi Air (Satpolair) Polres Bontang berhasil mengungkap kasus penggunaan bom ikan yang meresahkan di perairan Bontang Kuala. Pada Senin (14/8/2023) kemarin, seorang warga berinisial DW (35) ditangkap atas dugaan keterlibatannya dalam aktivitas ilegal tersebut.

Berdasarkan keterangan dari Kapolres Bontang, Yusep Dwi Prastiya, DW berhasil diamankan oleh petugas Satpolair saat berada di atas perahu. Pada saat penangkapan, petugas berhasil menyita barang bukti berupa 4 botol bahan peledak yang diduga digunakan untuk melakukan pengeboman ikan. Selain itu, ditemukan juga 13 sumbu peledak, satu buah korek api, satu buah plastik berisi serbuk putih, satu set alat selam, dan sebuah perahu.

Kasat Polair Bontang, Iptu Khairul Umam, mengungkapkan bahwa penangkapan DW berawal dari laporan masyarakat tentang penggunaan bom ikan yang merusak lingkungan perairan. “Kami berhasil mengamankan satu tersangka berikut barang bukti yang dimilikinya. Ini adalah langkah penting dalam menjaga kelestarian ekosistem perairan dan mencegah tindakan ilegal seperti ini,” ungkap Iptu Khairul Umam.

DW, dalam keterangannya kepada petugas, mengakui bahwa ia telah melakukan aksi pengeboman ikan selama tiga bulan terakhir. Motif yang mendasari aksinya adalah mencari penghasilan tambahan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Meskipun tindakan ini didasarkan pada alasan ekonomi, pengeboman ikan tetap merupakan tindakan ilegal yang dapat membahayakan warga dan nelayan serta merusak ekosistem perairan, termasuk terumbu karang.

Atas perbuatannya, DW kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan undang-undang darurat. Ia dihadapkan pada ancaman hukuman penjara seumur hidup sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Penangkapan ini menunjukkan komitmen aparat kepolisian dalam menegakkan hukum dan melindungi lingkungan serta sumber daya perairan yang penting bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat.

Kejadian ini juga mengingatkan akan pentingnya edukasi mengenai praktik penangkapan ikan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengurangi tindakan ilegal seperti pengeboman ikan dan mendorong nelayan untuk menggunakan metode penangkapan yang lebih bertanggung jawab demi keberlanjutan ekosistem perairan.

(Redaksi Prolog)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved