Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

,

Menginspirasi Kreativitas dan Meningkatkan Ekonomi Lokal Melalui Kemilau Batik Festival Kutai Timur

Terbit: 4 Desember 2023

Festival Batik Kutai Timur
Nurullah, Kepala Dispar Kutim, menjelaskan bahwa KBF tidak hanya bertujuan untuk memperkenalkan batik khas daerah, tetapi juga sebagai dukungan bagi desainer lokal. (ist)

Prolog.co.id, Kutai Timur – Festival Batik Kutai Timur (KBF) yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Timur (Kutim) bukan sekadar pagelaran seni atau promosi batik daerah. Lebih dari itu, KBF menjadi platform yang menghidupkan semangat kreativitas para desainer lokal dan merangsang pertumbuhan ekonomi, terutama di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

FKB Kutim berlangsung selama 2 hari, dari tanggal 2 hingga 3 Desember 2023, di Polder Ilham Maulana Sangatta. Malam puncak acara menjadi lebih meriah dengan penampilan penyanyi ibu kota, Zinidin Zidan, pada Minggu (4/12/2023).

Festival ini menampilkan sejumlah karya batik lokal Kutai Timur, yang dirancang oleh para desainer daerah dan dipamerkan melalui peragaan model.

Nurullah, Kepala Dispar Kutim, menjelaskan bahwa KBF tidak hanya bertujuan untuk memperkenalkan batik khas daerah, tetapi juga sebagai dukungan bagi desainer lokal, baik yang telah memiliki hak paten atas karyanya maupun mereka yang masih berada di tahap awal pengembangan.

“Harapannya, batik-batik dari Kutai Timur ini mendapatkan wadah dan perhatian untuk dipromosikan,” ujarnya.

Nurullah menekankan bahwa KBF menjadi platform yang mempromosikan dan mendukung batik Kutim, baik yang sudah dikenal luas maupun yang masih dalam proses pengembangan.

“Beberapa batik Kutai Timur sudah memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), sementara masih ada yang dalam tahap pemula. Melalui kegiatan ini, kita memberikan kesempatan bagi mereka untuk menampilkan karyanya,” tambahnya.

Selain itu, Nurullah juga menyoroti dampak positif yang diharapkan terjadi pada ekonomi para pelaku UMKM Kutim yang bergerak di sektor batik, seiring dengan peningkatan promosi dan apresiasi terhadap batik lokal.

“Dengan semakin dikenalnya dan diapresiasinya batik lokal, diharapkan akan memberikan dampak positif pada peningkatan pendapatan para pelaku UMKM,” tandas Nurullah. (atk/adv/diskominfokutim)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved