MMP dan PLN Berkolaborasi, Pasokan Listrik 140 MVA untuk Smelter Nikel Berkelanjutan

Terbit: 11 Februari 2025

pt mmp
Tim PT PLN (Persero) UID Kaltimra dan PT Mitra Murni Perkasa (MMP) berfoto bersama di lokasi penyalaan pasang baru listrik berdaya 140 MVA untuk operasional smelter nikel matte MMP di Kariangau, Balikpapan. (Ist)

Kesepakatan ini tercapai melalui penandatanganan Amandemen Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) untuk Konsumen Tegangan Tinggi di Kalimantan Timur. Dalam kerja sama ini, PLN akan menyediakan listrik sebesar 140 MVA untuk operasional smelter nikel matte MMP di Kariangau, Balikpapan. Keputusan untuk menggunakan infrastruktur listrik yang sudah ada tanpa membangun pembangkit baru menegaskan komitmen MMP terhadap efisiensi energi dan pengurangan jejak karbon.

Mengatasi Tantangan Energi dan Keberlanjutan

Smelter nikel matte MMP dirancang untuk menghasilkan 28.000 ton produk per tahun dan menerapkan teknologi berkelanjutan. Dengan memperoleh Renewable Energy Certificate (REC) dari PLN, MMP memastikan listrik yang digunakan berasal dari sumber energi yang lebih bersih.

Direktur Utama PT Mitra Murni Perkasa, Adhi Dharma Mustopo, menjelaskan bahwa kerja sama ini adalah bagian dari strategi MMP untuk menciptakan industri yang bertanggung jawab. “Kami ingin menunjukkan bahwa industri berat bisa berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan. Dengan suplai listrik dari PLN, kami tidak hanya mendapatkan keandalan energi, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon nasional dan mendorong transisi energi bersih,” ungkapnya.

Dari pihak PLN, kerja sama ini menegaskan komitmen mereka dalam mendukung pertumbuhan industri di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. General Manager PLN UID Kaltimra, Maria G.I. Gunawan, menyatakan bahwa MMP kini menjadi Konsumen Tegangan Tinggi (KTT) ketiga di wilayah ini. “Kami tidak hanya menyediakan listrik, tetapi juga mendorong pertumbuhan investasi dan ekonomi di Kalimantan Timur. Keandalan pasokan listrik adalah kunci dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui industri yang berkembang pesat,” ujarnya.

Di tengah meningkatnya permintaan global terhadap bahan baku baterai kendaraan listrik, smelter MMP menjadi bagian penting dari agenda hilirisasi nasional. Keberadaan smelter ini memungkinkan Indonesia tidak hanya mengekspor bahan mentah, tetapi juga meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Langkah MMP dalam memanfaatkan listrik dari PLN sejalan dengan prinsip Environment, Social, and Governance (ESG), memastikan pertumbuhan industri tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

Lebih dari sekadar kesepakatan bisnis, kolaborasi antara MMP dan PLN adalah contoh bagaimana industri dan penyedia energi dapat bekerja sama dalam menciptakan ekosistem industri yang lebih hijau dan inklusif. Dengan menghubungkan investasi, hilirisasi, dan transisi energi, langkah ini memperkuat posisi Indonesia dalam peta industri global menuju ekonomi berkelanjutan dan target Net Zero Emission 2060. (Adv)

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved