Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Penajam Terancam Hukuman Mati

Pelaku pembunuhan satu keluarga di Desa Babulu Laut, melakukan 56 adegan dalam rekonstruksi yang digelar Polres Penajam Paser Utara. Dari reka adegan selama 4 jam itu, tergambarkan kebengisan JND dalam menghabisi kelima nyawa korbannya.

Terbit: 7 Februari 2024

Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Penajam
JND (kanan) pelaku pembunuhan satu keluarga di Desa Babulu Laut saat diamankan polisi. (Ist)

Prolog.co.id, Penajam Paser Utara – Pelaku pembunuhan satu keluarga di Desa Babulu Laut, Penajam Paser Utara, kini resmi mendekam di kerangkeng besi. Remaja yang baru menginjak usia 17 tahun itu kini dijerat lima pasal berlapis dan terancam hukuman mati.

Satu per satu adegan berdarah dilakoni JND di halaman Mapolres Penajam Paser Utara, Rabu (7/2). Rekonstruksi yang digelar dari pukul 16.00 Wita, baru selesai pada 20.15 Wita malam tadi dengan total 56 adegan.

“Kami hari ini telah melakukan rekonstruksi kejadian (pembunuhan), dan ada sebanyak 56 adegan,” kata Kapolres Penajam, AKBP Supriyanto melalui Kasat Reskrim AKP Dian Kusnawan.

Meski tercatat hanya 56 adegan, namun dirinci Dian kalau di beberapa adegan tertentu dipecah menjadi detail-detail kecil.

“Dibeberapa adegan tertentu itu ada adegan a, b, c. Jadi kalau keseluruhannya sebetulnya lebih (dari 56). Kita tadi laksanakan dari jam 4 sore dan baru selesai jam 8 lewat (malam) tadi,” tambahnya.

Pada reka ulang kejadian, polisi melakukan pengamannan ketat. Sebab, saat gelar perkara itu, selain dari pihak Kejaksaan Negeri Penajam, pengacara korban dan tersangka, keluarga korban turut hadir menyaksikan reka adegan peristiwa berdarah tersebut.

“Kenapa lama, karena kita melakukan rekonstruksi ini sangat detail karena jumlah korban yang banyak. Juga agar semua tergambar dan kita bisa mencocokan keterangan dari para saksi, keterangan tersangka maupun hasil dari olah TKP saat tim melakukan pemeriksaan awal (kejadian),” bebernya.

Meski dihadiri pihak keluarga, namun reka ulang kejadian berlangsung lancar hingga selesai. Dari adegan pertama diawal saat JND yang menenggak minuman keras bersama temannya. Kemudian dia pulang untuk mengambil parang untuk digunakan membantai satu keluarga.

“Awalnya tersangka ini mendekati rumah korban, dia melihat ke jendela memastikan apakah korban si suami ada dirumah atau tidak. Karena tidak ada motor, dipastikan si suami tidak ada. Kemudian dia matikan lampu saklar dan masuk ke dalam rumah (pintu tidak terkunci),” urainya.

Saat JND sudah di dalam rumah, tak lama berselang korban pertama. Yakni WL (34) si suami tiba-tiba pulang.

“Pas korban suami buka pintu (rumah) langsung disikat. Posisi itu berhadapan. Korban lainnya sedang posisi tidur jadi tidak mengetahui,” kata Dian.

Setelah menghabisi WL, JND langsung melanjutkan aksinya dengan menghabisi SW (34) istri, RJS (15) anak pertama, VDS (11) anak kedua, dan JAA (3) anak terakhir.

Tak hanya saat menghabisi korban satu per satu, dalam reka ulang adegan juga tergambar aksi bejat JND ketika menyetubui jenazah SW dan RJS.

“Itu (tersangka menyetubuhi jenazah ibu dan anak) juga tergambar di situ (rekonstruksi),” terangnya.

Lebih dari empat jam melakukan reka ulang kejadian, Dian memastikan kondisi JND dalam keadaan sehat. Meski sedang ramai beredar di media sosial yang memperlihatkan JND sedang lemas, namun hal itu dibantah Kasat Reskrim Polres Penajam.

“Kondisi tersangka sehat, rekon tadi juga lancar,” tegasnya.

Akibat perbuatannya, JND harus bersiap dengan hukuman yang menantinya. Sebab remaja kelas 3 SMK itu dijerat dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP subsider 365 ayat (3) KUHP dan Pasal 285 KUHP juncto Pasal 76 C UU RI no 17/2016 tentang perlindungan anak, dengan ancaman maskimal hukuman  mati atau penjara seumur hidup.

Usai melakukan gelar perkara dan mendapat seluruh detail kejadian, selanjutnya pihak kepolisian akan mempercepat pemberkasannya untuk dilimpahkan ke kejaksaan agar segera dipersidangkan.

“Setelah rekon ini kita akan secepatnya melengkapi pemberkasannya,” pungkasnya. (Day)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved