Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

,

Pemerintah Mulai Kenakan Pajak 10 Persen untuk Rokok Elektrik

Terbit: 2 Januari 2024

Pajak rokok elektrik
Ilutrasi rokok elektrik.

Prolog.co.id – Pemerintah resmi memberlakukan pajak rokok elektrik sebesar 10 persen . Pajak ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 143/PMK/2023 tentang Tata Cara Pemungutan, Pemotongan, dan Penyetoran Pajak Rokok.

Pajak rokok elektrik ini merupakan bagian dari masa transisi, yakni sejak pengenaan cukai atas rokok elektrik pada 2018. Sebelumnya, rokok elektrik hanya dikenakan cukai, namun tidak dikenakan pajak rokok.

“Pajak Rokok yang dimaksud dalam PMK ini termasuk pajak rokok elektrik,” tulis keterangan resmi Kemenkeu.

Dengan adanya pajak rokok elektrik, maka produk-produk rokok elektrik seperti vape atau pod akan dikenakan pajak yang lebih tinggi. Pajak ini dipungut dari produsen atau importir rokok elektrik.

“Pemberlakuan Pajak Rokok atas Rokok Elektrik pada tanggal 1 Januari 2024 ini merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat dalam memberikan masa transisi pemungutan pajak rokok atas rokok elektrik sejak diberlakukan pengenaan cukainya di pertengahan tahun 2018,” bunyi keterangan resmi Kemenkeu.

Selain rokok elektrik, pajak rokok juga berlaku untuk berbagai hasil tembakau lainnya, seperti sigaret, cerutu, rokok daun, tembakau iris, dan hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL). Tarif pajak rokok ditetapkan sebesar 10 persen dari cukai rokok. Kenaikan tarif cukai ini juga berlaku mulai 1 Januari 2024.

“Tarif Pajak Rokok ditetapkan sebesar 10 peren dari Cukai Rokok,” tulis Pasal 2 Ayat 3 dalam PMK Nomor 143/PMK/2023 tersebut. (Redaksi Prolog)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved