Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

,

Pemkab Kutim Raih Anugerah Meritokrasi 2023 dari KASN di Yogyakarta

Terbit: 8 Desember 2023

Anugerah Meritokrasi 2023
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman saat menerima penghargaan Anugerah Meritokrasi 2023 dari KASN saat berada di Yogyakarta. (ist)

Prolog.co.id, Yogyakarta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) meraih Anugerah Meritokrasi 2023 dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) berkat penerapan sistem merit dalam pembinaan kepegawaian. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Kepala Komite ASN (KASN), Agus Pramusinto, kepada Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, dalam acara di Kraton Grand Ballroom Marriott Hotel, Yogyakarta, pada Kamis (7/12/2023).

Penerimaan penghargaan ini melibatkan Bupati didampingi oleh Seskab Rizali Hadi, Kepala BKPSDM Misliansyah, Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi BKPSDM Kutim, Mirza Wahyudi, serta Kabag Prokopim Setkab Basuki Isnawan. Pemkab Kutim berhasil meraih penilaian “baik” dengan total nilai 263 dalam penilaian yang melibatkan delapan aspek penyempurnaan sistem merit.

Anugerah ini diberikan karena kinerja Pemkab Kutim yang memenuhi delapan aspek penyempurnaan sistem merit, melibatkan perencanaan kebutuhan, pengadaan, pengembangan karir, promosi dan mutasi, manajemen kinerja, penggajian, penghargaan dan disiplin, perlindungan dan pelayanan, serta sistem informasi.

Ketua KASN, Agus Pramusinto, menyatakan bahwa Anugerah Meritokrasi kali ini adalah yang keempat. KASN memberikan penghargaan kepada 34 instansi pemerintah pada kategori sistem merit “Sangat Baik” dan 96 instansi pemerintah yang masuk kategori “Baik”.

Selain itu, ada 13 instansi pemerintah yang mendapatkan apresiasi atas penerapan manajemen talenta dalam pengisian kursi jabatan pimpinan tinggi (JPT).

Agus menegaskan pentingnya memastikan bahwa perubahan dalam UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara mendukung penguatan, bukan pelemahan sistem merit. Meskipun KASN tidak lagi memiliki fungsi pengawasan sistem merit, dia menekankan perlunya keberlanjutan pengawasan ini untuk menjaga meritokrasi.

“Penting bagi kita untuk memastikan bahwa perubahan ini mendukung penguatan, bukan pelemahan sistem merit. Perubahan ini termasuk mengalihkan fungsi pengawasan sistem merit dari KASN ke instansi lain,” ungkap Agus.

Agus juga memperingatkan tentang perubahan lingkungan politik saat ini, seperti Pemilu serentak dan pergantian pemerintahan, yang dapat memengaruhi penerapan sistem merit. Ia menekankan perlunya para ASN menjaga netralitas, kode etik, dan kode perilaku ASN untuk menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga pemerintahan.

“Netralitas bukan sekadar kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga pemeliharaan kepercayaan publik terhadap lembaga pemerintahan. ASN harus menghindari politik praktis untuk mengeliminasi konflik kepentingan dan menjaga imparsialitas birokrasi,” tegas Agus. (atk/adv/diskominfokutim)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved