Pemprov Kaltim Kucurkan Rp49,8 Miliar, Jalan Tering–Ujoh Bilang Mulai Keluar dari Status Jalur Ekstrem

Terbit: 14 Mei 2026

Pemprov Kaltim
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud menegaskan keseriusan Pemprov Kaltim terhadap perbaikan jalan Mahakam Ulu yang akan terus dibenahi. (istimewa)

Prolog.co.id, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai mempercepat pembenahan akses darat menuju wilayah pedalaman Mahakam Ulu. Melalui APBD 2025, Pemprov Kaltim menggelontorkan anggaran sebesar Rp49,8 miliar untuk melanjutkan pembangunan ruas jalan provinsi Tering–Ujoh Bilang yang selama ini dikenal sebagai salah satu jalur paling berat di kawasan barat Benua Etam.

Proyek sepanjang 33 kilometer itu menjadi bagian dari upaya pemerintah membuka keterisolasian Mahakam Ulu sekaligus memperbaiki konektivitas antarwilayah di Kalimantan Timur. Selama bertahun-tahun, ruas Tering–Ujoh Bilang identik dengan jalan berlumpur, kubangan ekstrem, hingga kendaraan yang kerap terjebak berjam-jam saat musim hujan tiba.

Bagi warga Mahulu, kondisi tersebut bukan sekadar persoalan infrastruktur, melainkan menyangkut akses kebutuhan pokok, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga biaya logistik yang jauh lebih mahal dibanding daerah perkotaan.

Kini, kondisi jalur tersebut mulai menunjukkan perubahan. Sejumlah titik yang sebelumnya sulit dilalui perlahan mengalami peningkatan kemantapan jalan. Pemerintah daerah menilai progres itu menjadi sinyal awal perbaikan konektivitas menuju kawasan pedalaman yang selama ini tertinggal dari pembangunan infrastruktur utama di Kaltim.

Pengerjaan Tahap II proyek jalan Tering–Ujoh Bilang berada di bawah tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) Kaltim. Berdasarkan data teknis, proyek dengan nilai kontrak Rp49.837.970.500 itu dikerjakan oleh PT Belawa Maha Karya dengan pengawasan dari CV Totality Engineers.

Pengerjaan ditargetkan rampung dalam waktu 175 hari kalender. Pemerintah berharap proyek tersebut menjadi fondasi penting menuju target konektivitas penuh ruas Tering–Ujoh Bilang pada 2027 mendatang.

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, turut meninjau langsung perkembangan pembangunan jalan bersama jajaran DPRD Kaltim dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Dalam peninjauan itu, rombongan gubernur dilaporkan dapat melintasi jalur tersebut dengan lebih lancar dibanding kondisi sebelumnya.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya kendaraan kerap terjebak lumpur tebal hingga berjam-jam, kini sejumlah titik mulai dapat dilalui tanpa hambatan ekstrem. Perubahan itu dinilai menjadi indikator awal bahwa pembangunan jalan mulai memberikan dampak nyata di lapangan.

“Pembangunan jalan provinsi lintas kabupaten ini adalah kewajiban kami. Tujuannya untuk mempermudah arus lalu lintas orang maupun barang,” ujar Rudy Mas’ud saat melakukan peninjauan proyek.

Menurut Rudy, konektivitas jalan menjadi faktor penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah pedalaman. Selama ini, tingginya biaya distribusi akibat buruknya akses jalan berdampak langsung pada harga kebutuhan pokok masyarakat Mahakam Ulu.

“Dengan akses yang semakin baik, distribusi kebutuhan pokok menjadi lebih cepat dan harga-harga bisa lebih terjangkau bagi masyarakat,” katanya.

Mahakam Ulu selama ini menjadi salah satu wilayah dengan tantangan geografis paling berat di Kalimantan Timur. Letaknya yang berbatasan langsung dengan Malaysia membuat akses menuju wilayah tersebut sangat bergantung pada jalur sungai dan jalan darat yang belum sepenuhnya memadai.

Pada musim hujan, jalur darat Tering–Ujoh Bilang sering berubah menjadi lintasan lumpur panjang yang sulit dilalui kendaraan biasa. Kondisi tersebut membuat perjalanan yang seharusnya dapat ditempuh beberapa jam berubah menjadi berhari-hari.

Persoalan itu berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat. Distribusi bahan pangan, BBM, material bangunan, hingga layanan publik sering mengalami keterlambatan. Bahkan, biaya logistik ke Mahulu selama ini tercatat jauh lebih tinggi dibanding daerah lain di Kaltim.

Karena itu, pembangunan jalan Tering–Ujoh Bilang dinilai bukan hanya proyek infrastruktur biasa, tetapi bagian dari upaya mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah. Selain mempercepat mobilitas masyarakat, jalur ini juga diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi baru di kawasan barat Kaltim. Pemerintah meyakini akses yang lebih baik akan membuka peluang investasi, memperkuat distribusi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat, hingga mempercepat layanan pendidikan dan kesehatan di daerah pedalaman.

Meski demikian, tantangan pembangunan tetap tidak ringan. Kondisi geografis Mahakam Ulu yang didominasi kawasan hutan, curah hujan tinggi, serta struktur tanah yang labil membuat pembangunan jalan membutuhkan biaya besar dan pengerjaan bertahap.

Di sisi lain, masyarakat pedalaman berharap proyek tersebut tidak berhenti hanya pada tahap perbaikan sementara. Warga menginginkan pembangunan jalan dilakukan secara berkelanjutan hingga benar-benar menghadirkan akses darat yang layak sepanjang tahun.

Pemprov Kaltim sendiri menargetkan ruas Tering–Ujoh Bilang dapat terkoneksi penuh pada 2027. Jika target itu tercapai, jalur tersebut diyakini akan menjadi salah satu urat nadi baru penghubung Kutai Barat dan Mahakam Ulu.

Di tengah besarnya tantangan pembangunan wilayah pedalaman, proyek jalan Tering–Ujoh Bilang kini menjadi simbol penting upaya membuka isolasi Mahulu. Setelah bertahun-tahun dikenal sebagai jalur kubangan lumpur, ruas ini perlahan mulai bergerak menuju akses darat yang lebih layak bagi masyarakat perbatasan Kalimantan Timur.

(Ter/Redaksi Prolog)

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved