Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

,

Pulang Berhaji, Wanita di Malinau Diciduk Polisi

Terbit: 24 Juli 2023

pulang haji diciduk polisi
HH saat diamankan petugas kepolisian setelah berpulang dari ibadah haji karena terbukti melakukan pidana perdagangan orang. (istimewa)

Prolog.co.id, Malinau – Sepulang melakukan ibadah haji, seorang wanita berinisial HH di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara) diciduk petugas kepolisian. Penyebab wanita 44 tahun itu dibekuk, karena terbukti melakukan bisnis prostitusi.

Dijelaskan Kapolres Malinau AKBP Heru Eko Wibowo melalui Kasat Reskrim, Iptu Wisnu Bramantio kalau pengungkapan itu terjadi pada Selasa (27/6/2023) kemarin. Saat itu petugas mendapati adanya informasi bisnis prostitusi di dalam sebuah warung makan, yang beralamat di Jalan Trans Kalimantan, Desa Malinau Ulu, Tanjung Linting, Desa Malinau Ulu, Malinau.

“Awalnya kita melakukan penyelidikan pada 27 Juni (bulan kemarin) saat pelaku masih di tanah suci,” terangnya, Senin (24/7/2023).

Dalam penyelidikan itu, petugas yang modus under cover mendapati ada lima perempuan asal Jawa sebagai pekerja seks komersial (PSK) di warung makan milik HH.

Dari penyelidikan itu, petugas mendapati kalau warung makan selain menjajakan PSK juga didapati penjualan minuman keras (miras) ilegal.

“Selain berjualan nasi, juga menyediakan miras. Bahkan, kami mendapati ada tiga bilik prostitusi yang dipagari seng cukup tinggi di warung itu,” tambahnya.

Dari jasa esek-esek yang disediakan, para pria hidung belang ditarif Rp 300 hingga Rp 500 ribu untuk mendapatkan pelayanan dari para PSK. Namun harga itu belum termasuk tarif sewa kamar yang ada di dalam warung makan milik HH.

“Hasil penyelidikannya bahwa mereka-mereka yang ada di situ di manfaatkan pelaku pemilik warung makan,” imbuhnya.

Selain menemukan sejumlah bukti tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Petugas pasalnya juga mendapati pengakuan, kalau ke lima wanita asal Jawa itu dijebak pelaku hingga akhirnya harus rela melayani para pria hidung belang.

“Iya enggak tau (dijadikan PSK), jadi mereka direkrut itu di Jawa dan dijanjikan kerja sebagai tukang masak di Malinau,” urainya.

Dengan iming-iming upah besar dan seluruh biaya keberangkatan ditanggung HH, para korban akhirnya terpikat dengan tawaran kerja di warung makan tersebut.

Namun beberapa hari setelah bekerja sebagai pelayan dan tukang masak, HH meminta kepada para korban untuk membayar hutang sebagai pengganti biaya mereka ke Malinau.

“Mereka enggak tahu pasti hutang mereka rincinya seperti apa. Tiba-tiba mereka di kasih tahu kalau mereka punya hutang 15 sampai 20 juta dan mereka disuruh untuk melunasi. Makanya dengan itu mereka disuruh melayani pria,” bebernya.

Dengan seluruh bukti yang diamankan, petugas akhirnya langusng meringkus HH yang baru tiba di tanah air pasca melaksanakan ibadah haji pada Jumat (14/7/2023) kemarin.

“Iya diamankan pas pulang haji. Diamankan di masjid di Malinau,” tandasnya.

Akibat perbuatannya, kini HH pun resmi ditetapkan sebagai tersangka dengan jeratan Pasal 2 Ayat (2) UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO.

(Redaksi Prolog)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved