Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Rupiah Stabil di Level Rp15.800, BI Yakin Menguat di Tahun 2024

Nilai tukar rupiah diprediksi akan tetap stabil di tahun 2024, bahkan cenderung menguat di paruh kedua. BI optimis dengan kondisi ini, didukung oleh meredanya ketidakpastian pasar keuangan global dan strategi operasi moneter yang pro market.

Terbit: 30 Januari 2024

rupiah stabil
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) I Tahun 2024, Selasa (30/1). (Tangkapan layar YouTube Bank Indonesia)

Prolog.co.id – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimis nilai tukar rupiah akan tetap stabil di tahun 2024. Hal ini disampaikan Perry dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) I Tahun 2024, Selasa (30/1).

“Ke depan, kami meyakini nilai tukar rupiah akan tetap stabil,” kata Perry.

Stabilitas rupiah di tahun 2023, menurut Perry, merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter BI dan sinergi antara BI dan pemerintah. Pada akhir Desember 2023, nilai tukar rupiah menguat 1,1 persen dibandingkan pada akhir tahun 2022.

“Penguatan ini lebih baik dibandingkan dengan sejumlah negara lain, termasuk baht Thailand dan peso Filipina. Stabilisasi BI dan kembali masuknya aliran portofolio asing juga mendukung penguatan ini,” jelas Perry.

Hingga 12 Januari 2024, tercatat aliran masuk portofolio asing mencapai Rp15,39 triliun. Rinciannya, Rp2,58 triliun masuk ke Surat Berharga Negara (SBN), Rp6,04 triliun ke pasar saham, dan Rp6,89 triliun ke Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Perry optimistis nilai tukar rupiah akan semakin menguat di tahun 2024, terutama pada paruh kedua. Hal ini didukung oleh meredanya ketidakpastian pasar keuangan global, kecenderungan penurunan tingkat imbal hasil obligasi negara maju seperti US Treasury, dan menurunnya tekanan penguatan dolar AS.

Penguatan nilai tukar rupiah juga akan ditopang oleh strategi operasi moneter yang pro market untuk menjaga aliran masuk portofolio asing dan pendalaman pasar uang.

“Koordinasi antara pemerintah dan BI terus diperkuat, khususnya dalam konteks implementasi instrumen penempatan valas DHE SDA sejalan dengan implementasi PP No. 36/2023,” kata Perry. (Day)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved