Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

,

Saat Anak Melaut, Ayah Mertua di Tarakan Merudapaksa Menantunya

Terbit: 22 Desember 2023

Ayah Mertua Merudapaksa Menantunya
AM (baju tahanan) ditangkap polisi setelah merudapaksa menantunya.

Prolog.co.id, Tarakan – Seorang pria berinisial AM (46) di Tarakan, Kalimantan Utara, ditangkap oleh polisi karena melakukan tindakan merudapaksa terhadap menantunya yang baru berusia 14 tahun. Korban telah menikah dengan anak laki-laki dari pelaku sejak Agustus 2023, hanya sekitar 4 bulan yang lalu.

Kasat Reskrim Polres Tarakan, AKP Randhya Sakhtika Putra menerangkan, pelaku melakukan perbuatan tersebut dua kali saat anaknya pergi melaut.

“Kejadian ini terjadi mulai dari Oktober 2023 hingga Desember 2023. Selama periode itu, pelaku merayu korban hampir 10 kali untuk melakukan perbuatan tersebut,” kata Randhya pada Kamis (21/12).

Randhya menjelaskan bahwa pelaku memberikan uang sebesar Rp 3 juta pada Oktober 2023 dan Rp 200 ribu pada Desember 2023 sebagai imbalan kepada korban. Pelaku juga mengancam korban untuk tidak memberitahu ibunya.

“Jangan sampaikan kepada ibumu jika kamu masih ingin bertemu dengannya. Itu merupakan ancaman dari pelaku,” ujar Randhya.

Pelaku mengakui perbuatannya karena tidak mendapatkan hubungan fisik dari istrinya selama dua bulan.

“Pelaku menyatakan bahwa alasan melakukan tindakan tersebut adalah karena tidak dilayani oleh istrinya selama dua bulan,” tambah Randhya.

Korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada kakaknya karena tidak tahan dengan perlakuan pelaku. Keduanya kemudian melaporkan kasus ini ke Polres Tarakan pada 9 Desember 2023 pukul 01.00 Wita.

“Setelah itu, Satreskrim berhasil menangkap pelaku di rumahnya di daerah Tarakan Timur pada pukul 02.00 WITA,” ungkap Randhya.

Polisi juga berhasil menyita beberapa barang bukti, termasuk satu set pakaian korban dan ponsel beserta bukti percakapan yang tidak senonoh antara pelaku dan korban yang mengarah pada hubungan badan.

“Pelaku ditangkap di rumahnya pada hari Sabtu pukul dua pagi. Saat itu, pelaku sedang tertidur. Kejadian merudapaksa korban terjadi sekitar jam sebelas siang,” jelas Randhya.

Pelaku dijerat dengan pasal 81 ayat (2) bersamaan dengan pasal 76D subsider pasal 82 ayat (1) bersamaan dengan pasal 76E UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan PP pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak yang menjadi UU. Ancaman hukumannya adalah penjara maksimal 15 tahun.

“Atau pasal 6 huruf C UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual,” tambah Randhya.

(Redaksi Prolog)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved