Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Satpol PP Sidangkan Penjual Miras Ilegal di Pengadilan Negeri Samarinda

Terbit: 4 Agustus 2023

Penjual Miras Ilegal
Suasana sidang tindak pidana ringan terhadap penjual minuman keras ilegal di Pengadilan Negeri Samarinda. (Ist)

Prolog.co.id, Samarinda – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda kembali melakukan sidang terhadap penjual Minuman Keras (Miras) di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, Jalan M Yamin Kecamatan Samarinda Ulu, pada Kamis pagi.

Pemilik warung kelontongan di kawasan Jalan KH Wahid Hasyim I, berinisial IS, didakwa telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2013 tentang Larangan, Pengawasan, Penertiban, dan Penjualan Minuman Beralkohol dalam Wilayah Kota Samarinda.

IS yang merupakan tersangka dalam kasus ini dijatuhi hukuman berupa denda sebesar 2 juta rupiah. Jika tidak mampu membayar denda, IS harus menggantinya dengan kurungan selama 14 hari, sesuai dengan putusan hakim PN Samarinda.

Kepala Bidang Perundang-undangan Satpol PP, Herry Herdany, menyatakan bahwa tersangka IS terbukti melakukan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dengan barang bukti sebanyak 346 botol Minuman Beralkohol (Minol) berbagai macam jenis dan 17 botol alkohol 70 persen. Hal ini merupakan langkah dalam menjaga ketertiban umum dan kenyamanan masyarakat dari peredaran miras di Kota Samarinda.

Maradona Abdulah, Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP, menjelaskan bahwa penangkapan terhadap tersangka IS dilakukan pada tanggal 21 Juli lalu. Dalam sidang kali ini, IS dihadapkan dengan dakwaan Tipiring, dan hal ini merupakan bagian dari upaya untuk memberikan efek jera terhadap pemilik warung kelontongan yang tetap berani menjual miras tanpa izin.

“Tidak hanya kasus miras, kami akan terus gencar menindak dengan melakukan razia dan langsung melakukan sidang terhadap para pelanggar. Kami juga akan memeriksa izin guest house dan hotel apabila tidak mematuhi aturan, maka kami akan bertindak tegas,” tegas Maradona.

Tersangka IS akhirnya memilih untuk membayar denda sebesar 2 juta rupiah kepada Kejaksaan Negeri Samarinda. Hakim Pengadilan Negeri Samarinda meminta IS untuk tidak mengulangi perbuatannya ke depan. Sidang ini diharapkan menjadi peringatan bagi penjual miras lainnya untuk taat pada peraturan yang berlaku demi menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat di Kota Samarinda.

(Redaksi Prolog)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved