


Proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara luput memerhatikan situs budaya Suku Balik. Beberapa di antaranya lenyap karena aktivitas ambisius tersebut.

Eksistensi bahasa Suku Balik kian mendekati tepi jurang. Penutur aslinya tak lebih dari sepuluh orang. Jika hilang, lenyap pula kisah ritual dan kearifan lokal yang terjaga berabad-abad.
