Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Takut Melapor ke Ibu, Kakak dan Adik Saling Tidak Tahu Jadi Korban Nafsu Ayah Selama Tiga Tahun

Kasus Driver Ojol Rudapaksa Dua Anak Kandung Terungkap Saat Korban Mendapatkan Bantuan di Internet

Terbit: 2 Februari 2024

Dua bersaudara korban rudapaksa
Ilustrasi (freepik)

Prolog.co.id, Samarinda – Dua bersaudara yang menjadi korban rudapaksa sang ayah selama tiga tahun terakhir rupanya saling tidak mengetahui, kalau mereka sudah jadi objek pemuas nafsu ayah selama tiga tahun terakhir.

Selain tidak saling mengetahui, kedua korban bahkan enggan melapor perbuatan bejat sang ayah kepada ibu kandung mereka. Sebabnya, karena korban khawatir kalau nantinya sang ibu justru akan lebih membela pelaku ketimbang sang anak yang sudah menjadi korban rudapaksa sang ayah.

Kasus kakak beradik ini akhirnya terungkap saat korban yang masih berusia 13 tahun mulai berselancar di internet untuk mencari harapan pertolongan. Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Pencarian pertolongan gadis malang itu membuahkan hasil.

“Jadi awalnya korban ini mencari berita-berita di Google (internet) tentang kasus asusila. Dalam pencariannya, kemudian muncul nama Bu Rina dari TRCPPA (Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak),” ucap Zarma, Jumat (2/2/2024).

Setelah berhasil menghubungi TRCPPA Kaltim, korban mulai mengatur siasat agar dirinya bisa dengan cepat bertemu dengan Rina dan Tim TRCPPA Kaltim. Rina Zainun bersama Tim TRCPPA Kaltim dengan cepat menjadwalkan waktu bertemu korban untuk mendengar langsung cerita remaja malang tersebut.

“Korban saat itu di antar gurunya (untuk bertemu Rina dan Tim TRCPPA Kaltim). Di tempat tersebut (pertemuan) itu korban ceritakan semuanya. Bu Rina pun meminta nomor korban, sehingga bu rina dapat memantau kegiatan korban serta ayah korban,” sebutnya.

Beberapa saat kemudian, tepatnya setelah korban pulang sekolah pada Selasa (30/1/2024) kemarin, remaja malang itu langsung didampingi Tim TRCPPA Kaltim untuk melaporkan ayah kandung korban ke Polsek Palaran. Kepada penyidik korban mengaku telah diperkosa ayah kandungnya itu sejak berusia 10 tahun, atau sudah selama tiga tahun terakhir.

Dihadapan penyidik kepolisian dan Tim TRCPPA Kaltim, korban mulai bercerita kalau dirinya sejak dulu ingin melaporkan perilaku bejat sang ayah kepada ibu kandungnya. Namun karena takut kalau nantinya sang ibu justru akan membela sang ayah, yakni N, korban akhirnya mengurungkan niatnya tersebut.

Pun demikian dengan sang kakak yang kini berusia 16 tahun. Korban awalnya juga ingin bercerita tentang apa yang dialaminya. Namun lagi-lagi dia mengurungkan niat. Padahal, seperti yang diketahui, sang kakak sejatinya juga mengalami nasib serupa. Yakni menjadi korban rudapaksa sang ayah sejak tiga tahun terakhir.

“Iya jadi awalnya korban ada perasaan ingin untuk melaporkan kejadian ini sejak lama namun takut jika ibunya lebih membela ayahnya, dan jika cerita kepada kakaknya takut kakaknya tidak percaya. Padahal kakak korban ini juga korban, tapi mereka tidak saling mengetahui,” beber Zarma.

Selain takut dengan keberpihakan ibu kepada pelaku, ketakutan korban semakin menjadi karena sosok pelaku yang tempramental dan suka bermain tangan kepada anaknya.

“Setelah menerima laporan dan mem-BAP korban, pelaku langsung kita amankan di hari itu juga,” terangnya.

Kepada petugas, N yang telah diamankan dengan cepat mengakui semua perbuatannya. Bahkan dihadapan polisi, N mengaku tindakannya itu dilatarbelakangi hasrat seksual yang begitu besar, dan sang istri dinilai tak bisa memuaskan nafsu birahi pelaku. Walhasil, dua anak gadisnya pun harus menjadi korban pemuas hasrat birahi N.

“Modus awal pelaku dengan bujukan hendak memandikan korban. Tapi ternyata korban malah disetubuhi (Kejadian pada saat mereka masih tinggal di rumah lama),” tambah Zarma.

Kini ayah bejat itu dipastikan telah mendekam di sel tahanan Polsek Palaran untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“Atas perbuatannya pelaku dijerat pasal 81 ayat (3) dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun,” pungkasnya. (Day)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved