Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Tiga Peserta Telurkan Karya Terbaik dalam Kompetisi Menulis Feature Garapan Disdikbud Kaltim

Terbit: 6 Juni 2023

FLS2N
Lomba Jurnalistik Ajang FLS2N di SMAN 5 Samarinda. (Ist)

Prolog.co.id, Samarinda – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim bersama stakeholder terkait menggelar Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N). Salah satu bidang yang dilombakan adalah tulisan feature.

Terdapat tiga peserta lomba jurnalistik yang memenangi kompetisi itu. Ketiga peserta itu merupakan besutan dari sekolah swasta di Samarinda, di antaranya SMAK Santo Fransiskus Samarinda, SMAK W.R Soepratman, dan SMA Islam Terpadu Granada.

Perlombaan tersebut dilaksanakan pada Senin, 5 Juni 2023 di SMA Negeri 5 Samarinda, dengan mendatangkan tiga juri senior antara lain, Purwanti, Abdurrahman Amin, dan Dzulfikar Ashshalihie.

Juri FLS2N Lomba Jurnalistik, Abdurrahman Amin memberikan pujian terhadap hasil karya anak-anak Samarinda, terkait penulisan feature yang dilombakan. Menurutnya, ada tiga poin penilaian yang menjadi tolak ukur dalam penulisan.

“Ada tiga kategori penilaian, yang ditekankan meliputi konten, kaidah, dan bahasa,” ungkap Rahman.

Pimpinan Redaksi Samarinda Pos itu mengatakan, bobot soal konten bisa mencapai 50 persen. Tulisan peserta dilihat dari angle atau sudut pandang cerita yang diangkat.

“Karna ini soal feature, kekuatannya ada pada nilai human interest. Peserta diberi pilihan dalam memilih objek berita, tentang prestasi di sekolah,” imbuhnya.

Penilaian kedua, soal kaidah sistematika penulisan. Penilaian ini berbobot 25 persen, yang menjadi hal mendasar dalam tata cara penulisan jurnalistik. Selain itu, Rahman menjelaskan jika typo merupakan hal yang tidak bisa ditoleransi. Jika tidak diperbaiki, akan menjadi kebiasaan dalam penulisan.

“Typo tidak bisa ditoleransi. Saya menjunjung jurnalistik yang bersih. Typonya dulu yang harus diperbaiki. Karena jika tidak diubah akan menjadi kebiasaan. Sampai 10 tahun ke depan kita menjadi jurnalis, kesalahan akan tetap sama,” ungkapnya.

Rahman melanjutkan, soal bahasa dalam karya jurnalistik juga perlu diperhatikan. Penilaiannya sama seperti kaidah, berbobot 25 persen. Kebanyakan, orang-orang masih gagal dalam merangkai kalimat dalam bahasa jurnalistik. Rahman memuji tulisan peserta FLS2N dalam membuat karya jurnalistik.

“Secara basic, mereka semua sudah cukup baik. Tentu masih banyak yang harus diperbaiki, tinggal bagaimana mereka dalam mengasah kemampuannya masing-masing,” jelasnya.

Terpisah, Sub Koordinator Peserta Didik dan Pembangunan Karakter, Siti Aminah mengapresiasi kinerja para peserta lomba jurnalistik di ajang FLS2N. Dia berharap, para peserta bisa menumbuhkan rasa kecintaannya terhadap dunia jurnalis, dalam mengembangkan potensi di bidang tersebut.

“Harapannya, pencapaian mereka itu bisa dijadikan motivasi. Tumbuhkan rasa jurnalis di dalam diri, juga meningkatkan kualitas penulisan di bidang tersebut. Jadi bukan hanya berhenti sampai di sini, perjalanan masih panjang menuju tingkat provinsi nanti,” tutup Siti.

Sebagai informasi, berikut 3 juara dalam FLS2N Jurnalistik 2023 jenjang SMA/MA tingkat Kota Samarinda:

  1. Azhanadira Safana dari SMA Islam Terpadu Granada (winner).
  2. Rachel Tanuwidjaya dari SMAK W.R Soepratman (runner up).
  3. Natalie Pratistha dari SMAK Santo Fransiskus Assisi Samarinda (semi finalis).

(ADV/Disdikbud Kaltim)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved