Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

,

Tiongkok Lirik Potensi Investasi di Kaltim, Berencana Bangun Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit di KEK Maloy

Terbit: 6 Februari 2024

KEK Maloy
Foto KEK Maloy dari udara. (Dok Dewan Nasional KEK)

Prolog.co.id, Samarinda – Potensi investasi di Kaltim tengah dilirik Tiongkok. Di antaranya ingin menjalin kerja sama dengan cara membangun pabrik pengolahan kelapa sawit di Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK). Termasuk pembangunan pabrik baterai litium.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim, Puguh Harjanto melalui Kepala Bidang (Kabid) Promosi dan Penanaman Modal, Arie N.N Oetomo membenarkan jika investor Tiongkok tengah tertarik dengan potensi ekonomi di Benua Etam. Namun untuk pembangunan pabrik litium, belum diketahui secara pasti di mana akan didirikan.

“Memang untuk pembangunan pabrik litium belum diketahui pasti posisinya di mana, tetapi memang dalam perencanaannya sudah ada disebutkan,” ucap Arie belum lama ini.

Sebagai informasi, status KEK Maloy juga belum lama ini terancam akan segera dicabut oleh pemerintah pusat akibat investasi yang tidak berkembang signifikan di sana. Pemprov Kaltim diberikan waktu sampai Juni 2024 untuk berbenah diri dan mengejar ketertinggalan di KEK Maloy.

Sebab sampai saat ini, KEK Maloy belum bisa mendapatkan investor sesuai target dan belum beroperasi secara maksimal. Pun Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik meminta pihak terkait agar segera mengidentifikasi masalah dan berbenah diri.

Terlepas dari itu, ujar Arie, pihak Tiongkok juga tertarik dengan sektor industri hingga perdagangan seperti kayu dan batu bara. Bahkan hingga sektor pertanian dan pendidikan juga menjadi hal yang menarik hati Tiongkok.

“Untuk sektor pendidikan memang sempat dibahas dan ke depan akan mengarah pada proses pelatihan, lalu beasiswa, dan pertukaran pelajar. Hal ini tentu sangat bermanfaat khususnya bagi masyarakat Kaltim sendiri,” sambung Arie.

Bicara soal sektor pariwisata, Pemprov Kaltim juga akan mempertimbangkan untuk menjalin kerja sama dengan Tiongkok melalui investasi perhotelan dan pemasaran objek wisata. Hal ini pun masuk akal, mengingat hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) yang diprediksi mampu menjadi pemikat tamu dari berbagai negara dan daerah.

“Karena di sektor pariwisata ini kebutuhan tempat tinggal sementara serta pelayanan dan fasilitas tentu menjadi hal paling utama,” tambahnya.

Oleh sebab itu, untuk memperkuat investasi dan rencana kerja sama itu, DPMPTSP Kaltim berupaya untuk menjalin komunikasi dengan OPD terkait. Mulai Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH). Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Dinas Pariwisata (Dispar). Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), hingga Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kaltim juga akan didorong berperan aktif,” tandas Arie. (Gia)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved