Prolog.co.id, Samarinda – Nama Emir Moeis tentu bukan hal yang asing ditelinga kita, mengingat sosoknya sebagai politikus kawakan yang telah berkiprah puluhan tahun lalu. Meski sempat vakum, namun politisi senior itu kembali memantapkan diri kembali ke panggung politik.
Emir nantinya akan kembali bertarung dalam ajang Pemilu 2024. Kali ini, mantan Ketua Komisi IX DPR RI periode 2003-2004 itu akan mendaftarkan sebagai DPD RI dapil Kaltim. Langkah mantap Emir pun ditunjukan setelah dirinya melengkapi berkas pendaftaran di KPU Kaltim pada Senin (8/5/2023).
Kepada awak media, Emir yang kembali bertarung melalui Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu memaparkan sedikit visi misinya untuk kemajuan Kaltim.
“Apa yang mau saya lakukan? Jadi saya ingin membawa Kaltim menjadi bagian yang berarti untuk NKRI (negara kesatuan republik Indonesia),” terang Emir Moeis.
Lanjut dia, dari sekian banyak cara memajukan Kaltim sebagai bagian penting dari Indonesia di masa mendatang. Ialah memanfaatkan momentum perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang sedang berlangsung saat ini.
Dengan masa transisi tersebut, maka pembangunan Kaltim. Khususnya dari sektor infrastruktur bisa terus dikebut dan ditingkatkan. Oleh sebab itu, Emir pun menyampaikan, jika nanti dia kembali dipercaya sebagai wakil Kaltim.
Maka sektor infrastruktur akan menjadi hal utama untuk dibenahi guna mewujudkan cita membuat daerah berjuluk Bumi Mulawarman sebagai kawasan penting di NKRI.
“Sektor infrastruktur tentu sangat penting. Karena itu bisa menjadi tolak ukur pertumbuhan ekonomi yang positif,” ungkapnya.
Jika menginginkan perkembangan Kaltim, maka banyak hal yang harus dibenahi. Contohnya, kata dia, penambahan jumlah jalan tol untuk setiap daerah yang ada di Bumi Mulawarman.
“Masih banyak. Kalau kita mau kembangkan Kaltim kita masih begitu kurang. Karena yang baru ada sekarang baru jalan tol dari Balikpapan (ke Samarinda). Sedangkan kita seharusnya bangun itu (Jalan Tol) dari Grogot (Paser) sampai ke Berau. Dan juga, ke sisi barat (Kaltim-Kalteng) juga harus ada rel kereta api yang sayangnya mandek, dan itu harus kembali diteruskan,” paparnya.
Meski anggaran yang dibutuhkan untuk itu semua tidak sedikit, namaun Emir positif kalau untuk mencapai tujuan itu bukanlah hal yang mustahil.
“DBH (Dana Bagi Hasil) kita besar loh. Kalau kita berhutang (untuk pembangunan infrastruktur) dulu engga apa-apa. Kita nanti kan bisa bayar melalui hasilnya. Seperti Pak Jokowi sekarang, berani berhutangkan. Kalau kita berhutang untuk insfrastruktur, Insyaallah pasti kembali. Karena itu juga berpengaruh dengan peningkatan ekonomi kita,” jelas Emir.
Selain peningkatan infrastruktur jalan. Emir Moeis juga menyinggung soal pemenuhan kebutuhan listrik. Salah satunya, dengan membangun tenaga listrik di sektor pertambangan batu bara.
“Kalau listrik kita bisa bangunn di mulut tambang. Dibawa (listrinya) lewat kabel bawah tanah dan dialirkan bahkan ke Pulau Jawa, sehingga di sana tidak perlu ada banyak PLTU. Dan di sini kita juga mendapatkannya lebih murah. Dan kalau murah industri pasti lebih bisa bersaing,” katanya lagi.
Tak hanya infrastruktur, peningkatkan kemampuan sumber daya manusia juga turut menjadi perhatiannya. Sebab dengan adanya migrasi penduduk dari Jakarta menuju IKN Nusantara di Kaltim, maka harus ada pembenahan pendidikan bagi masyarakat lokal.
Tujuannya, agar masyarkat lokal tidak terpinggirkan dan mampu bersaing dari gempuran migrasi penduduk dari pulau Jawa yang diperkirakan mencapai jutaan orang.
“Tentu kita harus meningkatkan kemampuan, agar pendatang dan penduduk asli itu setara. Jangan sampai kita yang asli termarjinalkan atau terpinggirkan,” tegasnya.
Dengan semua pemaparannya, Emir Moeis tentu berharap agar masyarakat kembali mempercayakan dirinya untuk kembali mengemban amanah sebagai wakil Kaltim dilingkar pemerintah pusat.
“Saya ingin merangkul semuanya. Kita hanya menyampaikan ke masyarakat akan begini dan semoga masyarakat sepakat dengan yang kita inginkan. Dan dengan harapan agar Kaltim menjadi lining utama NKRI, yang akhirnya akan membuat kita semua bangga,” demikian Emir Moeis.
(Redaksi Prolog)
Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News


