Membangun Iklim Pariwisata Kaltim Melalui Kaltim Travel Fair 2023

Terbit: 11 Mei 2023

Kaltim Travel Fair (KTF) 2023
Pembukaan Kaltim Travel Fair (KTF) 2023 di Hotel Harris, Samarinda pada Kamis (11/5/2023).

Prolog.co.id, Samarinda – Pengembangan sektor pariwisata di Benua Etam kini menjadi perhatian semua pihak. Terbaru, melalui Kaltim Travel Fair (KTF) 2023 yang diinisiasi DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Kaltim, iklim industri pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) diupayakan dapat tumbuh lebih baik.

Dalam kegiatan ini, turut hadir Dwi Marhen Yono selaku Direktur Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (Kemenparekraf RI). Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim, Ahmad Herwansyah. Dan, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian yang sekaligus membuka acara ini.

Setidaknya 200 para pelaku industri parekraf yang terdiri dari pembeli dan pengusaha travel diikut sertakan dalam kegiatan yang berlangsung selama 10-13 Mei 2023. Para peserta ini tak hanya berasal dari Kaltim, melaikan dari berbagai daerah se-Indonesia. Bahkan 15 pembeli atau buyyer berasal dari negera tengga yang masih berada di Asean. Diantaranya berasal dari Singapura dan Malaysia yang berminat dengan pariwisata yang ada di Benua Etam.

Bertemakan Membangun Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kalimantan Timur yang Kokoh dan Berkelanjutan, Kaltim Travel Fair dirancang menjadi dua kegiatan. Yakni table top atau kontak bisnis dan travel exhibition atau pameran publik. Dari dua agenda ini iklim dari industri ramah lingkungan ini diharapkan bisa terbangun lebih kuat. Para peserta yang terlibat bisa saling terkoneksi. Tujuannya, agar terciptanya rantai bisnis pariwisata. Mulai dari akomodasi, penginapan, destinasi hingga asuransi wisatawan.

“Sebenarnya Kaltim punya tantangan besar, karena mindsetnya kita kan sumber daya alam. Kami sengaja menggelorakan pariwisata ini agar peralihan ekonomi bisa dimulai,” kata Ketua DPD ASITA Kaltim, Syarifuddin Tangalindo.

Menurut Syarifuddin, industri pariwisata memiliki nilai ekonomi yang mampu memberikan efek berganda ke masyarakat sekitar destinasi wisata lebih baik. Bahkan ke depan tidak menutup kemungkinan jika sektor industri parekraf bisa masuk sebagai sektor unggulan Kaltim.

“Jika bicara kepariwisataan, ekonominya itu bergerak hampir ke seluruh sektor, ada dari industrinya sampai ke masyarakat sekitar. Mungkin pemerintah akan mendapatkan keuntungan dari PAD dan masyarakat yang lebih sejahtera,” jelasnya.

Pun demikian dengan kelestarian alam yang bisa semakin terjaga dengan pengembangan pariwisata. Sebab, dengan lebih banyaknya destinasi wisata yang menghasilkan pundi rupiah bagi masyarakat dan pemerintah, maka kessadaran dalam menjaga kelestarian lingkugan akan ikut meningkat. Begitu pula dengan pelestarian kekayaan budaya yang ada.

Dia berharap dengan adanya KTF 2023 ini, sektor periwisata bisa semakin dilirik oleh pemerintah dan masyarakat luas.

“Tapi kalau semisal sumber daya alam terus digerus hanya sedikit orang saja yang dapat. harapan kami, dengan pariwisata ini juga mampu memperlambat kerusakan alam di kaltim juga. karena dengan kesadaran orang jika pariwisata ini bisa menjadi sumber ekonomi baru di masa depan, maka secara perlahan masyarakat juga bisa ikut berkontribusi menjaga alamnya,” ungkapnya.

Dia turut mengucapkan terimakasih kepada pihak yang telah mendukung berjalannya KTF 2023. Termasuk pada Dinas Pariwisata Kaltim dan Kemenparekraf RI. Terlebih pada Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian yang kerap memberikan suaranya terhadap perjuangan pengembangan pariwisata Kaltim.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Bu Hetifah yang memang sangat peduli dengan kemajuan pariwisata Kaltim. Saya doakan tetap bekiprah di Kaltim kedepannya. Semoga bisa bisa terus membantu perjuangan pariwisata Kaltim,” tukasnya.

Sementara itu, menurut Kepala Dispar Kaltim, Ahmad Herwansyah, KTF menjadi kegiatan yang membantu perkembangan dunia pariwisata Kaltim. Termasuk menjadi ajang promosi destinasi wisata Benua Etam ke dunia luar.

“Acara ini kan sebenarnya termasuk ajang promosi tapi jangan sampai orang ke sini untuk sekali saja. artinya dengan adanya acara ini juga kan target dari Bappenas untuk mencapai 9,6 juta wisatawan itu juga bisa tercapai. Kami dari pariwisata kaltim juga akan ikut mengembangkan destinasinya, pemasaran hingga pelatihannya,” singkatnya.

Turut ditambahkan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian. Dia mengatakan jika langkah dalam pengembangan pariwisata di Kaltim akan terus diperjuangkan. Salah satunya melalui RUU Kepariwisataan yang kini masih dalam pembahasan.

“Saya juga tentu akan ikut mendorong agar Kemenparekraf bisa lebih perhatian dan bisa membantu mendorong pariwisata di Kaltim,” singkatnya.
(Redaksi Prolog)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved