Prolog.co.id, Samarinda – Menambah nilai ekonomi melalui hilirisasi merupakan langkah yang diambil Dinas Perkebunan (Disbun Kaltim) Kaltim untuk meningkatkan kontribusi industri perkebunan terhadap perekonomian Kaltim. Hilirisasi yang dilakukan tidak hanya menyasar lima komoditas unggulan yang ada, tetapi juga komoditas potensial lainnya.
Pengembangan industri pengolahan merupakan langkah hilirisasi pengolahan produk yang sedang tumbuh. Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim tidak hanya bekerja sendiri, tetapi turut menggandeng Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kaltim sebagai pembina utama industri besar Kaltim. Bantuan akan ditujukan kepada pengusaha lokal untuk membangun pabrik pengolahan, khususnya pabrik pengolahan skala kecil melalui pabrik produksi bersama (RPB).
“Dengan begitu bisa menjangkau hasil produksi masing-masing petani dan kelompok tani yang ada,” Kepala Bidang Perkebunan Berkelanjutan Disbun Kaltim, Asmirilda.
Tidak hanya dalam pengolahan. Meningkatkan kualitas produk juga merupakan langkah hilirisasi yang efektif. Disbun Kaltim melakukan program rutin setiap tahun berupa pendampingan teknis kepada petani dan pengusaha untuk meningkatkan kualitas produksi sehingga dapat memenuhi standar pasar yang lebih tinggi. Diantaranya adalah bimbingan teknis melalui teknik pascapanen yang baik dan benar serta diversifikasi produk olahan.

“Disbun Kaltim juga membantu meningkatkan akses pasar produk-produk lokal dengan mempromosikan produk dan menjalin kerjasama dengan distributor atau importir dalam dan luar negeri, termasuk kegiatan promosi di event dan pameran penting lainnya, diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk. dan mengurangi Ketergantungan pada pasar yang bergejolak,” tambahnya.
Pertumbuhan nilai ekonomi komoditas perkebunan tetap sejalan dengan target Dewan Perkebunan Kaltim lima tahun ke depan. Pada tahun 2023, kontribusi industri perkebunan terhadap Produk Domestik Bruto (PDRB) wilayah Kalimantan Timur akan meningkat sebesar 22,99 persen. Adapun realisasi kinerja PDRB Pemprov Kaltim bidang usaha industri perkebunan tahun 2022, tingkat realisasinya mencapai 4,22 persen, dan tercapai 81,15 persen dari target. Capaian itu berdasarkan Laporan Pernyataan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2022 yang disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kaltim pada 28 Maret 2023, pengantar tersebut dibacakan oleh Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi.
Sementara itu, Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan, perkebunan berperan penting dalam mensukseskan strategi transformasi ekonomi Kaltim. Perekonomian Kalimantan Timur diharapkan bertumpu pada pengelolaan sumber daya alam terbarukan, dengan fokus pada upaya peningkatan nilai tambah melalui industri hilir.
“Perkebunan memiliki peran yang sangat penting, mengingat perkebunan terutama kelapa sawit dan komoditas lainnya merupakan komoditas pokok yang penting untuk memasok bahan baku industri oleochemical sebagai strategi hilirisasi industri yang akan dikembangkan,” ujar Isran.
(Redaksi Prolog)
Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News


