Prolog.co.id, Sangatta – Dalam rangka mensukseskan program Forest Carbon Partnership Facility Carbon Fund (FCPF-CF) yang bertujuan menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di Kutai Timur (Kutim), Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfo Staper) Kutai Timur (Kutim) berencana melibatkan sejumlah media lokal, termasuk media online, cetak, dan majalah, dalam peliputan program tersebut.
“Nanti kita kerja sama dengan media untuk peliputan, baik media online, cetak, dan majalah nanti,” kata Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ery Mulyadi, pada Kamis (30/11/2023).
Saat ini, pihak Diskominfo Staper Kutim masih menunggu klarifikasi dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait pelaksanaan program FCPF-CF agar peliputannya dapat dilakukan secara maksimal.
Ery Mulyadi menyatakan bahwa program yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki batas waktu yang terbilang singkat, tetapi realisasinya tergantung pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
“Kalau dari segi pemberitaan, kan enggak masalah. Artinya apa yang disodorkan ke kami, itu yang kami publis, tergantung dari teman-teman di perangkat daerah nanti, seperti itu,” jelas Ery Mulyadi.
Ia mengungkapkan bahwa beberapa OPD mengalami kendala dalam menjalankan program tersebut karena Petunjuk Teknis (Juknis) belum disodorkan oleh Pemprov Kaltim.
“Jadi, Juknis pemanfaatan dana FCPF-CF ini ‘kan harus jelas dan kegiatannya itu arahnya kemana. Itu harus ada Juknisnya, mana yang boleh yang dilaksanakan, mana yang tidak. Kalau di kami aman aja karena publikasi aja,” tegasnya.
Ery menambahkan bahwa seharusnya program ini dapat disinkronkan dengan program yang dibiayai melalui APBD Kutim agar bisa bekerja sama secara sinergis.
“Sebenarnya kan itu bagian dari APBD kita juga yang masuk dalam batang tubuh APBD. Cuman kan harus jelas programnya dengan kata lain bersinergi lah,” ucapnya. (atk/adv/diskominfokutim)
Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News


