Prolog.co.id – Nilai tukar rupiah ditutup naik tipis 0,11 persen ke level Rp15.764 per dolar AS pada perdagangan Kamis (1/2). Indeks dolar AS terpantau naik 0,50 persen ke posisi 103,595.
Pasar memprediksi bank sentral Amerika Serikat (The Fed) akan mulai menurunkan suku bunga pada Mei 2024. Hal ini mendorong penguatan dolar AS terhadap mata uang lainnya, termasuk rupiah.
Selain itu, Bank Indonesia (BI) juga memberi sinyal adanya peluang menurunkan tingkat suku bunga acuan atau BI Rate. Namun, BI masih akan fokus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Di sisi lain, kondisi fundamental ekonomi Indonesia terjaga. Inflasi terjaga dan neraca perdagangan surplus.
Pada Januari 2024, BI tetap mempertahankan tingkat suku bunga di level 6 persen. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Januari 2024 inflasi sebesar 0,04 persen secara bulanan (mtm) dengan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,19.
Tingkat inflasi bulanan Januari 2024 lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya dan bulan yang sama tahun lalu. Penyumbang inflasi terbesar pada Januari 2024 berdasarkan kelompok pengeluaran adalah makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,18 persen mtm dengan andil 0,05 persen.
Diperkirakan, rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan besok, Jumat (2/2). Rupiah berpotensi melemah ke level Rp15.820 per dolar AS. (Day)
Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News


