Biaya Pendirian TPS di Samarinda Capai Rp 4,5 Juta

Terbit: 13 Februari 2024

TPS
Proses salah satu pembuatan TPS di Samarinda. (Gia/Prolog)

Prolog.co.id, Samarinda – Satu hari sebelum pencoblosan, Tempat Pemungutan Suara (TPS) tengah dipersiapkan se-Samarinda. Diketahui, KPU Samarinda menggelontorkan anggaran sebesar Rp 4.526.000 pembuatan TPS dan biaya operasional.

Pembuatan TPS ini, telah menjadi tugas dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Sejak tadi pagi, sejumlah anggota KPPS di Samarinda sedang mempersiapkan TPS untuk besok. Misalnya, membuat papan penghitungan suara, penyusunan logistik, sampai membangun tenda.

Anggota KPPS di TPS 27 Kelurahan Sidodadi, Samarinda Ulu, Barjo Muliono menjelaskan bahwa pihaknya tengah menyiapkan TPS di wilayah mereka. Tenda memang sudah dipasang terlebih dahulu, namun untuk logistiknya baru akan datang pada sore hari.

“Kami sudah memasang tenda, dan nanti sore baru datang logistiknya ke sini, jadi kami tinggal menunggu,” ujar Barjo Selasa (13/2).

Barjo juga mengatakan, menjadi KPPS bukanlah hal asing bagi dia dan beberapa anggota lainnya. Sebab pada Pemilu 2019 lalu, ada sejumlah anggota yang punya pengalaman serupa sehingga sudah lebih familiar.

“Rata-rata mereka punya pengalaman, jadi tidak susah untuk berkoordinasi di lapangan nantinya,” sambung Barjo.

Barjo mengatakan, tiap TPS akan diberi biaya operasional sebanyak Rp 4.526.000. Biaya tersebut mencakup pendirian TPS dan biaya-biaya lain yang mungkin dibutuhkan.

Rinciannya, untuk pembuatan TPS menghabiskan biaya sebanyak Rp 2 juta. Selanjutnya sewa printer sekitar Rp 500 ribu, dana operasional Rp 1 juta, hingga dana konsumsi Rp 1 juta. Setidaknya, itu adalah rincian Barjo di TPS tempat di mana Barjo bertugas.

“Jadi totalnya sekitar Rp 4,5 juta,” tambah dia.

Terpisah, Anggota KPPS di TPS 42, Sungai Keledang, Samarinda Seberang, Ari Wahyono mengatakan bahwa pihaknya juga tengah menyiapkan TPS sejak hari ini. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk pendirian TPS pun telah tercukupi.

“Bahan-bahan sudah tercukupi, sekarang kami sedang membuat TPS ya, termasuk papan pemungutan suara dan lain-lain,” ujar dia lagi.

Dia juga menjelaskan, selaku KPPS maka pihaknya sudah pasti siap untuk bertugas sesuai tupoksi dan ketentuan yang berlaku. Termasuk mengantisipasi kecurangan yang biasanya rawan terjadi ketika hari H.

“Tentu kami memastikan kesesuaian logistiknya. Utamanya adalah surat suara ya. Itu harus dipastikan benar-benar, terkait jumlah dan kelayakannya,” tegasnya.

Mengenai Pemilu 2024 kali ini, Ari bersama anggota KPPS lainnya tak muluk-muluk. Dia berharap, seluruh prosesnya bisa berjalan dengan baik dan partisipasi masyarakat juga bisa lebih meningkat.

“Semoga banyak warga yang menggunakan hak suaranya,” tandasnya. (Gia)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved