Prolog.co.id, Samarinda – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) terus menseriusi program kemitraan perusahaan besar dengan usaha kecil. Sebelumnya, Kutai Kartanegara (Kukar) terpilih untuk menjadi lokasi pilot project dari program tersebut dan ke depannya, program itu akan diperluas hingga ke 4 kabupaten dan kota.
Kepala DPMPTSP Kaltim, Puguh Harjanto menjelaskan bahwa sudah ada 11 perusahaan besar yang telah bermitra untuk membantu UMKM. 11 perusahaan itu tersebar di berbagai wilayah se-Kukar dan semuanya bergerak di bidang pertambangan batu bara.
Rincian 11 perusahaan itu ada PT Adimitra Baratama Nusantara, PT Multi Harapan Utama, PT Bara Tabang, PT Tiwa Abadi, PT Kutai Energi, PT Singlurus Pratama, PT Alamjaya Bara Pratama, PT Trisensa Mineral Utama, PT Mulia Persada Kartanegara, PT Alfara Delta Persada,, dan PT Alam Karya Gemilang.
“Kami ingin, pelaku UMKM juga bisa naik kelas. Jadi perusahaan besar itu memiliki komitmen untuk memberdayakan pengusaha lokal,” jelas Puguh, Jumat (16/2).
DPMPTSP Kaltim juga mengedepankan pendekatan geospasial. Maksudnya, dilakukan pemetaan agar pelaku usaha yang terlibat adalah mereka yang betul-betul dekat dengan investasi di wilayah tersebut.
“Tujunnya untuk memberikan multiplier effect langsung. Sehingga investasi bisa semakin berkembang,” tambah dia.
Tahun ini, pihaknya berencana mengembangkan Samarinda, Balikpapan, Paser, dan Penajam Paser Utara (PPU) untuk melaksanakan pengembangan kemitraan antara perusahaan besar dengan pelaku UMKM. Penetapan 4 daerah ini juga bergantung pada kesiapan tiap wilayah.
“Kalau dari mapping kami, 4 daerah ini sudah siap dan kami juga sudah berkomunikasi dengan DPMPTSP kabupaten dan kota terkait. Kami harap ini bisa maksimal,” ujarnya lagi.
Sebagai informasi, pengembangan kemitraan antara perusahaan besar dan pelaku UMKM yang terlaksana di Kukar tahun lalu memiliki hasil yang cukup signifikan. Disebutkan Puguh, 2023 lalu pihaknya mencatat Rp 24 miliar dalam kurun waktu 3 minggu dari kemitraan tersebut.
“Kami mungkin rilis nanti pada April-Mei untuk kemitraan di 4 daerah ini, karena kami harus persiapan dulu. Ini masih on progress,” tambah Puguh.
Disebutkan Puguh, ada beberapa tahapan yang akan dilakukan DPMPTSP Kaltim. Pertama, mulai minggu depan nanti pihaknya akan bersosialisasi. Kemudian memetakan pelaku usaha besar dan pelaku UMKM.
Selanjutnya, akan dikomunikasikan terkait project apa saja yang bisa dikerjasamakan. Setelah itu, barulah penandatanganan nota kesepahaman untuk bekerja sama. (Gia)
Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News


