DPTPH Kaltim Respons Positif Area Bekas Tambang yang Dikembangkan sebagai Lahan Pertanian

Terbit: 17 Februari 2024

area bekas tambang
Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik (tengah) saat mengunjungi lahan bekas tambang di Desa Buana Jaya, Kukar. (Dok Biro Adpim Pemprov Kaltim)

Prolog.co.id, Samarinda – Pemanfaatan lahan bekas tambang sebagai lahan pertanian dinilai bisa menjadi langkah yang baik untuk dilakukan. Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim juga merespons positif langkah tersebut.

Kepala DPTPH Kaltim, Siti Farisyah Yana mengatakan, Desember 2023 lalu Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik memang ada mengunjungi area bekas tambang yang berlokasi di Desa Buana Jaya, Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar) yang dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Selain persawahan, di sana juga mulai mengembangkan peternakan sapi berjumlah hampir 400 ekor.

“Ya, beliau (Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik) ada penjajakan dan membawa kepala daerah setempat. Termasuk ke kementerian terkait untuk bisa memanfaatkan itu (area bekas lahan tambang),” ungkap Yana.

Di Desa Buana Jaya itu, lahan bekas tambangnya cukup berkembang secara baik untuk dilakukan kegiatan-kegiatan pertanian. Selain sawah 4 setengah hektare, di lokasi tersebut juga ditanami buah lengkeng dan komoditas holtikultura lain yang hasilnya bagus.

“Di Kukar, ternyata pengembangan sapinya bagus. Kemudian sawahnya juga bisa dilaksanakan, pengembangan hortikultura juga. Inisiasi itu ternyata bisa dan sekarang kami lakukan adalah regulasinya,” sambung dia.

Kendati demikian, untuk menyulap lahan bekas tambang menjadi lahan pertanian memang diperlukan modal. Yana tak memungkiri itu dan dia mengatakan, biasanya perusahaan tambang terkait memiliki dana Corporate Social Responsibility (CSR) dan ada mekanisme yang harus dilakukan.

Sebagai informasi, lokasi lahan bekas tambang yang disambangi Akmal Malik di Kukar merupakan reklamasi yang sudah dilakukan PT Jembayan Muara Bara. Mengutip dari keterangannya di situs resmi Pemprov Kaltim, Akmal Malik menyebut hal itu menjadi bukti bahwa tambang tak melulu berkaitan dengan kerusakan lingkungan.

Menurutnya, jika ada komitmen dan tanggung jawab dari pihak perusahaan untuk melakukan hal serupa, maka hasil yang akan didapat juga pasti baik. Di sisi lain, Akmal Malik menilai wilayah Tenggarong Seberang juga berpotensi untuk menjadi daerah ketahanan pangan. Dengan catatan, pemerintah bisa mendukung dan memfasilitasi petani yang ada.

“Ke depan, kami ingin berkolaborasi dengan Unmul untuk bisa mendorong anak-anak muda mau bertani secara lebih modern,” pungkas Akmal Malik dikutip dari siaran pers Pemprov Kaltim. (Gia)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved