Kebutuhan ASN Kaltim 2024 Masih Dibahas, Informasi Rekrutmen Dijadwalkan April Mendatang

Terbit: 22 Februari 2024

Kebutuhan Formasi ASN Kaltim
Ilustrasi ASN. (Dok BKD Kaltim)

Prolog.co.id, Samarinda – Kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kaltim saat ini masih dalam pembahasan. Namun, untuk rekrutmen direncanakan akan dibuka pada April mendatang.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim, Deni Sutrisno mengatakan, saat ini pihaknya tengah membahas kebutuhan formasi ASN di Kaltim untuk tahun ini. Adapun untuk informasi rekrutmen baru akan dipublikasi pada April mendatang.

“Kemungkinan April nanti baru ada informasi perekrutan ASN, karena kita masih proses dalam perencanaan,” jelas Deni, Kamis (22/2).

Ditambahkan Deni, dalam rangka persiapan kebutuhan formasi ASN ini pun, pihaknya bakal menyesuaikan peta jabatan, analisis jabatan, hingga sumber kerja. Barulah, jumlah kebutuhan ASN di lingkungan Pemprov Kaltim bisa diketahui.

“Untuk formasi pasti merupakan putusan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), tetapi yang jelas kita ingin jumlah formasi ASN di Kaltim bisa lebih banyak dari tahun lalu,” sambungnya.

Disebutkan Deni, hal ini juga berkaitan dengan penataan pegawai non ASN yang harus selesai pada Desember 2024 nanti. Penataan itu mempertimbangkan beberapa hal, mulai pendidikan hingga durasi kerja.

“Ini (keberadaan pegawai non ASN) harus bisa diselesaikan, karena honorer itu, yang namanya penataan non ASN mulai divalidasi kemudian dipetakan. Baik tingkat pendidikan, lama kerja, baru penyelesaian dengan diusulkan pada posisi-posisi jabatan yang sesuai,” ujar Deni lagi.

Oleh sebab itu, informasi resmi mengenai perekrutan ASN ini kemungkinan besar baru bisa dipublikasikan pada April. Dia memastikan, nantinya masyarakat pasti akan menerima informasi utuh terkait kebutuhan dan proses rekrutmennya.

“Kita juga harus segera merekrut, dan rencananya untuk rekrutmen itu tidak harus selalu bersamaan. Jadi bisa saja berbeda waktu, yang penting jumlah formasi sudah ditetapkan dalam 1 tahun,” ungkapnya.

Deni menegaskan, tiap rekrutmen harus sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Dia juga kilas balik ke rekrutmen ASN pada 2023 lalu. Di mana, jumlah formasi yang ditawarkan sekitar 4.400-an, namun yang mendaftarkan diri justru tak sebanyak itu.

“Ini tentu disebabkan karena minat masyarakat yang ingin mendaftar agak berkurang, dan kita juga tidak bisa memaksakan untuk mendaftar. Semoga tahun ini banyak yang mendaftar agar formasinya terpenuhi,” tandasnya. (Gia)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved