Prolog.co.id, Samarinda – Balikpapan menjadi daerah dengan realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tertinggi di Kalimantan Timur (Kaltim). Jumlahnya, mencapai Rp 7,63 triliun atau 47,64 persen dari keseluruhan realisasi investasi PMDN.
Kepala DPMPTSP Kaltim, Puguh Harjanto menjelaskan bahwa selama periode Triwulan IV tahun 2023, realisasi investasi dari PMDN mencapai Rp 16,01 triliun. Secara keseluruhan, proyek yang berhasil terlaksana di PMDN ada 3.254 proyek.
“Dari sebaran lokasinya, seluruh kabupaten dan kota di Kaltim mendapat tambahan realisasi investasi. Tapi realisasi investasi terbanyak ada di Balikpapan,” ungkap Puguh.
Selain Balikpapan, masih ada daerah lain yang menjadi penyumbang investasi terbesar dari PMDN. Yakni Kutai Kartanegara (Kukar) dengan realisasi sebesar Rp 1,83 triliun atau 11,43 persen. Sedangkan Berau menjadi daerah ketiga sebagai kontributor realisasi terbesar dengan jumlah Rp 1,62 triliun atau 10,17 persen.
“Kalau soal penyerapan tenaga kerja, khususnya tenaga kerja Indonesia, Kutai Timur (Kutim) jadi daerah yang penyerapannya paling banyak. Totalnya mencapai 1.956 orang,” sambung Puguh.
Sedangkan di posisi kedua, ada Kukar dengan 1.453 orang dan Berau dengan 1.272 orang. Terkait penyerapan tenaga kerja asing hanya 5 orang untuk triwulan kali ini.
“5 tenaga kerja asing itu tersebar di Balikpapan ada 3 orang, Kukar 1 orang, dan 1 di Kutai Barat (Kubar),” tambahnya.
Kemudian, terkait sektor usaha, ada beberapa subsektor yang signifikan menyumbang realisasi investasi di Kaltim. Di posisi pertama, ada subsektor industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi yang mengalami penambahan investasi terbesar yaitu Rp 7,54 triliun atau 47,11 persen.
Subsektor pertambangan juga masih berpengaruh signifikan di triwulan kali ini. Jumlahnya mencapai Rp 3,37 triliun atau 21,07 persen. Lalu di posisi berikutnya ada subsektor tanaman pangan, Perkebunan, dan peternakan yang mencapai Rp 1,37 triliun atau 8,61 persen.
“Dari sisi penyerapan tenaga kerja Indonesia, di subsektor tanaman pangan, Perkebunan, dan peternakan menyerap sebanyak 2.592 orang. Kemudian di subsektor pertambangan sebanyak 2.407 orang dan di transportasi, gudang, dan komunikasi menyerap 595 tenaga kerja,” tandasnya. (Gia)
Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News


